Yah, beginilah Jakarta..

Jakarta, yang menjadi ibu kota negara Indonesia dan juga yang menyandang gelar kota metropolitan terbesar pada posisi ke-enam di dunia seakan memiliki banyak pekerjaan yang harus segera dibenahi. Macet, polusi, bising, dan banjir menjadi hantu yang selalu mengikuti jalan setiap penduduk Jakarta. Hhmm, mungkin banyak anggapan dari orang-orang di luar sana yang menganggap bahwa tinggal di Jakarta bisa sukses. Hhmm.., silahkan komentari dalam hati. Segala hiruk pikuk di balik kesibukan orang yang lalu lalang menjadikan tingkat stress semakin tak terbendung.

Macet, polusi, bising dan banjir menjadi 4 hal utama menurut saya sebagai syarat untuk dapat tetap berdiri dan tidak tergilas kerasnya kehidupan di kota metropolitan. Berburu waktu agar tidak kejebak macet, gunakan masker untuk meminimalisir kotornya polusi udara terhirup ke dalam paru-paru, belajar menutup telinga agar merasa damai di balik puluhan suara-suara kendaraan setiap menitnya yang melintas, dan, ketika musim hujan datang kita harus mengalah terhadap air jatuh dari langit tersebut yang seakan ingin merebut daratan yang menjadi tempat tinggal kita.

Beginilah JakartaFiuuhh.., “Yah, beginilah Jakarta..!”. Kalimat tersebut hampir saya dengar setiap harinya. Baik dari pengedara yang berada di sebelah saya ketika sama-sama terjebak mace, ataupun dari teman-teman seperjuangan. Dan ketika saatnya bom waktu meledak, EMOSI seakan wajib menjadi kawan dalam hati, yang secara tidak langsung merubah jati diri menjadi seorang yang keras.

So, Jakarta menurut saya identik dengan,

Macet + Polusi + Bising + Banjir > Emosi

Dan, ketika hasilnya minus, maka

Macet – Polusi – Bising > Banjir > Emosi

Intinya, Macet & Banjir adalah musuh yang sangat mempengaruhi Jakarta.

Kalo ngoceh tentang Jakarta, itulah menurut saya. Semakin besar pohon, maka semakin besar angin yang meniupnya. Maka dari itu, sang akar harus benar-benar kuat untuk dapat terus berdiri, bertahan, sambil terus berjalan melintasi apa yang ada di hadapan. Jalani saja dengan enjoy, smile, dan ikhlas. Karena, “Yah.., beginilah Jakarta..”. Sekalipun anda sudah terbiasa, tapi saya yakin setidaknya anda pernah berkata dalam hati, atau ungkapan lainnya yang mirip dengan, “Yah, beginilah Jakarta..”.

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

1 Comment on Yah, beginilah Jakarta..

  1. Betul juga ya, gan…Begitu deh nasib Jakarta 😀
    Thanks sharingnya, gan!
    Salam kenal…Kalau berkenan mau ngundang untuk ikutan gabung dengan teman-teman lain yang sudah SUBMIT URL BLOG-nya ke Direktori Weblog Indonesia 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*