Tips menghadapi keluhan customer

Ungkapan klasik yang masih sering kita dengar, “Pembeli adalah raja”. Meskipun sudah lama banget rasanya teori itu, tapi bagi saya pribadi statement tersebut masih berlaku sampai sekarang. Bahkan, lebih dari itu! Karena customer bukan hanya sebagai objek yang bisa memberikan keuntungan semata, tetapi secara tidak langsung customer juga merupakan media promosi yang sangat-sangat dahsyat.

Misalnya begini, pernahkah kamu mendengar seseorang (siapapun itu) yang merasa puas terhadap produk yang dia beli/gunakan? Kemudian sebaliknya, pernahkah kamu mendengar keluhan atau komplain karena merasa tidak puas terhadap suatu produk yang digunakan? Dari keduanya sangatlah jauh berbeda bukan? So, itulah menurut saya kenapa seorang pembeli itu harus benar-benar dilayani, diberikan penjelasan, kemudian di jaga dari serangan-serangan yang tidak diinginkan alias perasaan tidak puas.

Berikut tips menghadapi komplain dari customer yang terinspirasi dari kejadian hari ini yang saya alami, dimana harus menghadapi customer yang super super cerewet & rese’ 

Minta maaf

Susah memang mengucapkan kata maaf, apalagi jika posisi kita tidak bersalah. But you must say it! “Maaf ya Bu/Pak..”.

Ada yang bisa saya bantu?

Setelah minta maaf, akan lebih baik jika kamu coba klarifikasi lagi apa yang sebenarnya menjadi masalah bagi customer. Masalah bisa saja terjadi di luar kendali, sekalipun itu bukan kamu yang menjadi sebab dari permasalah tersebut. Tapi untuk berdedikasi menjaga image terhadap diri kamu /produk yang di jual, at least you should, “Ada yang bisa saya bantu..?”, “Tolong jelaskan apa permasalahan yang terjadi..?”.

Berikan solusi

Solusi adalah hal yang pasti diinginkan oleh customer ketika mereka mendapatkan hal-hal yang tidak sesuai seperti yang diharapkan. So, sebaiknya berikan jalan keluarnya!

Mengucapkan terima kasih

Nah ini dia nih yang (menurut saya) sebenarnya cukup sulit. Sudah di kata-katain, di caci maki, sampe harus ngeliat, menghadapi muka judes, dan terkadang ada juga customer yang bersikap ngoceh gak jelas, bla bla bla. Intinya, jangan lupa kamu akhiri dengan kata, “Terima kasih..”.

Yah, itulah tips klasik ketika menghadapi pembeli atau klien yang merasa tidak puas. Apapun permasalahannya, pasti ada solusi. Itulah uniknya ketika kamu harus menghadapi kerasnya dunia sebagai tenaga penjual, mau tidak mau, kita memang dituntut untuk bersikap dinamis, optimis, bukannya malah meringis dengan muka sinis :mrgreen:

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*