Tips melatih anak berpuasa di bulan Ramadhan

Tips melatih anak untuk berpuasa di bulan Ramadhan

Anak yang belum berusia baligh memang belum diwajibkan untuk berpuasa. Tapi tidak ada salahnya anda mulai mengajarkan bagaimana caranya agar anak mau berpuasa. Karena dengan begitu si anak akan dapat mengerti dan memahami tentang makna puasa di bulan Ramadhan, selain itu setidaknya anda sebagai orang tua telah memberikan contoh sekaligus memberikan pendidikan tentang agama yang dilakukan secara langsung kepada si anak.

Anak-anak memiliki karakter yang sangat unik, karena untuk dapat mengerti dan memahami mereka kita harus ikut masuk ke dalam dunia mereka. Saya yakin meskipun anda mengerti dan paham mengenai karakter anak anda sendiri, tapi sesekali anda pasti pernah merasa seakan anda benar-benar tidak mengerti mengenai karakternya. Itulah yang paling mendasar bagi saya mengapa anak-anak itu sangat unik. Untuk mempersingkat waktu, kita langsung saja ke tips melatih anak untuk berpuasa.

Tips mengajarkan anak berpuasa di bulan Ramadhan

1. Memberikan pengertian mengenai makna puasa

Ya, inilah sebenarnya langkah awal yang harus anda lakukan. Karena tanpa mengetahui maknanya, si anak tidak akan mau mengerti dan melakukannya dengan sepenuh hati. Sama halnya seperti kita, segala yang diaplikasikan di bulan Ramadhan ini karena pada dasarnya kita mengetahui di balik makna yang tersirat dari berpuasa.

Berikan sebuah cerita semenarik mungkin, anggap saja anda sedang bercerita mengenai sebuah kebenaran dan berada dalam dunia si anak. Hal ini memang tidak dapat dilakukan sekali atau dua kali, tetapi anda harus lebih sabar dan lakukan secara berulang. Membutuhkan kesabaran yang eksra memang, tapi entahlah, bagi saya tips ini sangat efektif bila si kecil telah memahami makna puasa. Anda tidak usah memberikan penjelasan yang panjang lebar, atau mungkin belum termakan dalam pikirannya. Tapi anda bisa mengilustrasikan mengenai pengertian berpuasa secara mudah, singkat, dan jelas.

2. Biarkan beradaptasi, jangan paksakan durasi berpuasanya

Setelah poin pertama berhasil, sudah waktunya untuk penerapan. Yaitu benar-benar mengajak si kecil untuk berpuasa. Poin kedua ini adalah poin yang benar-benar membuat saya sering merasa geli bercampur kasihan. Karena mau tidak mau anda harus bisa menyiasati si anak agar dapat berpuasa.

Anak saya masih berusia 4 tahun, alhamdulillah dia sudah bisa menahan haus dan laparnya hingga adzan dzuhur berkumandang. Tapi satu hal yang harus saya alihkan perhatiannya, yaitu ketika anak saya minta susu. Wahh, lumayan juga merayunya, ini disebabkan anak saya nyusunya kuat. Jadi salah satu strategi saya ketika dia minta susu, maka saya akan memberikan permainan atau hal yang akan mengalihkan perhatiannya hingga dia benar-benar dapat melupakan susu. Misalnya seperti membuatkan si kecil mainan, menyuruh si kecil menggambar sesuatu, dan masih banyak lagi hal lainnya yang saya yakin anda pasti bisa menciptakannya sendiri.

Ingat, jangan paksakan si kecil berpuasa. Tetapi lakukan semampunya. Disini anda dapat melihat sendiri apakah dia masih bisa bertahan atau tidak.

3. Biarkan si kecil melakukan caranya untuk mengurangi rasa dahaganya

Poin ketiga ini bingung saya kasih namanya. Tapi pada intinya begini, saya memperhatikan beberapa kali terhadap anak saya, terutama ketika menjelang siang hari. Dia suka main air, membasahi tangannya, mencuci mukanya, lalu sambil melakukan sedikit hisapan pada air yang mengalir di muka atau tangannya. Hihi, itulah mereka. Saya jadi agak sedikit dejavu saat melihatnya begitu.

Jangan berikan peraturan yang terlalu mengikat, tetapi jika dia begitu anda justru dapat memberikan edukasi yang lebih. Mungkin anda dapat memberikan pengertian kepadanya dengan sedikit ledekan, “Iiihh, Ade’ kok main air? Airnya jangan di minum ya..”. Kemudian setelah itu adalah anda lagi-lagi harus memberikan pengertian kepada si kecil untuk mengingat kembali makna puasa, hingga secara tidak langsung dia akan lebih mengetahui mana yang tidak boleh dilakukan dan mana yang boleh dilakukan saat berpuasa.

4. Sesekali, berikan dia hadiah

Disini bukannya saya mengajarkan kepada anak agar mendapatkan hadiah, tetapi tidak lebih hanyalah untuk sekedar variasi saja. Berpuasa di bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah wajib hukumnya, oleh sebab itu menurut saya sesekali memberikannya hadiah adalah hal yang wajar. Mengingat usianya yang masih 4 tahun, sedikit banyaknya saya mengerti apa yang ada dalam pikirannya jika saya berhasil melakukan sesuatu hal dengan sempurna. Yaitu hadiah!

Jika si anak sudah sering mengeluh, atau merasa puasanya tidak kuat lagi, anda bisa membujuknya dengan iming-iming hadiah. Tapi ingat, ini bukanlah harus setiap hari dilakukan lho ya. Tetapi sekali-sekali saja. Anda bisa mengiming-imingi dengan makanan kesukaannya, atau bisa juga dengan menanyakan sendiri makanan yang diinginkannya. Dengan begitu, dia secara tidak sadar akan kembali termotivasi untuk mempertahankan puasanya hingga waktu yang telah ditentukan.

Baca juga : Minuman favorit buka puasa

5. Berikan pujian

Jika si kecil berhasil berpuasa, jangan lupa sesekali berikan juga salah satu hak dia, yaitu pujian. Pujian yang tulus dan wajar akan membuatnya merasa diakui, disayangi, dan yang terpenting adalah memberikan dirinya empati bahwa dia dapat melakukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya (meskipun tidak dalam waktu yang penuh), yaitu berpuasa.

Baca juga artikel : Ujian berat yang sering dialami saat berpuasa

Itu dia 5 tips mengajarkan anak berpuasa, semoga bermanfaat, semoga berhasil, dan yang terpenting adalah semoga kita menjadi orang tua yang berhasil memberikan pendidikan agama dan moral hingga dia menjadi dewasa nantinya. Aamiin..

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*