Tertipu oleh kata Promosi

Tertipu Oleh Promosi

Karena ada deadline yang benar-benar urgent, nggak sadar sudah seminggu lebih nggak update di blog ini. Tapi pasca lebaran tahun ini, tepatnya di bulan ini, selain menjadi hari yang paling bahagia juga menjadi hari yang paling menggelikan buat saya. First, setelah menjalani puasa di bulan Ramadhan, akhirnya hari kemenangan datang dan bertepatan dengan ultah negara kita tercinta ini. Republik Indonesia genap berusia 68 tahun. And last, dalam bulan ini, sesuai dengan judul di atas. Saya 2 kali tertipu dengan bahasa pemasaran yang menggunakan istilah Promosi.

Well, saya fikir istilah Promosi sangat efektif untuk memainkan emosional seseorang. Terutama untuk menggaet calon pelanggan, atau merangsang pelanggan untuk kembali melakukan transaksi / pembelian. Bahkan, saya dari dulu sudah berwanti-wanti dalam hati ini, bahwa “Saya tidak pernah percaya dengan bahasa pemasaran, terutama bahasa Promosi”. Dan sekarang, kena dehh…

Berawal dari Promosi salah satu merk susu. Sebagai seorang Ayah sayang anak, wajar rasanya untuk menjaga ketersediaan susu untuk anak. Berhubung sewaktu perjalanan ke Bekasi saya melihat salah satu papan reklame yang menginformasikan bahwa di salah supermarket GA ada Promo potongan harga senilai 50rb, bergegaslah saya untuk menyempatkan diri sambil refreshing (sebenarnya sih karena Promo  ) ke supermarket tersebut. Ternyata, rasanya sia-sia main kesana. Karena ternyata harganya normal & tidak sesuai seperti yang saya baca di papan reklame tadi. Karena penasaran, sayapun menanyakan Harga Promo tersebut ke salah satu SPG. Dia bilang harga normal Mas, sesuai yang tercantum di price list. Karena masih penasaran, sayapun bertanya kembali ke SPG lain, dan jawabannya tidak jauh berbeda, namun dia menambahkan bahwa harga Promo sudah habis masanya. So, dengan perasaan geram, sayapun bergegas keluar sambil membawa belanjaan lainnya yang sebenarnya justru tidak saya ingin beli. I feel walking around the trap..

Dan beberapa hari kemudian terulang lagi. Ibarat pepatah mengatakan, “Hanya keledai jatuh di lubang yang sama”. Yup, I feel it’s like me.

Ketika saya mendapatkan informasi dengan istilah Promosi, saya segera mengatur waktu untuk dapat mengunjungi nenek yang berada di tanah seberang. Harga Promo yang saya baca bener-bener gila-gilaan. “Cuma modal gocap bisa terbang ke kampung halaman”, itu yang ada dalam benak saya. So, setelah mengatur tanggal dan bulan yang tepat, sayapun bergegas untuk mencari dan mendapatkan tiket Promo dengan harga seperti yang diberitakan. Ternyata, capekk dehh. Otak udah keburu ngayal duluan bisa nengokin nenek bersama-sama keluarga di tanah seberang, ujung-ujungnya ya gitu deh. I looked price is normal! Semua harga tiket ternyata harganya normal! Sama seperti kisah pertama di atas, malahan harganya justru sedikit lebih mahal dari tempat lainnya. Dan, lagi-lagi “I feel walking around the trap..”.

Curhat colongan atau pengalaman saya di atas semoga bisa anda ambil hikmahnya. Intinya, “Jangan mudah percaya & emosional dengan istilah Promo, apalagi dengan iming-iming potongan harga yang cukup fantastis. Karena di balik kata PROMO, sebenarnya terselip beberapa syarat yang HARUS anda penuhi”.

Sekian ocehan saya di Ngoceh on The Blog ini

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*