Sulitnya mencarimu oh Kecapi

Berdasarkan om Wiki, Buah Kecapi berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Beberapa abad silam, tumbuhan ini dimasukkan ke India, Filipina, Mauritus, dan termasuk Indonesia, tepatnya di Borneo, Maluku dan Tapanuli. Dengan fisik pohonnya yang besar dan dapat tumbuh hingga mencapai 30 meter, wajar jika Kecapi cukup sulit ditemukan saat ini. Apalagi kabarnya kayu Kecapi ini memiliki mutu yang cukup bagus untuk digunakan sebagai konstruksi rumah, perkakas, atau kerajinan. Sehingga Kecapi cukup sulit untuk ditemukan.

Sewaktu saya masih kecil, cukup bermodalkan sebuah ketapel untuk mendapatkannya. Atau, malahan saya dapat menemukan buah Kecapi yang masak dan telah jatuh di sekitar pohonnya. Rasanya yang manis bercampur asam, benar-benar membuat saya jatuh hati dengan buah yang satu ini. Yahh, meskipun banyak teman yang bilang saya memiliki selera kampung, tapi bodo amat. Toh selera nggak bisa bohong, dan kenyataannya saya memang sangat menyukai buah yang rebusan daunnya bermanfaat sebagai penurun demam ini. Malahan, karena kegilaan suka makan kecapi, sewaktu masih kecil saya pernah memiliki pengalaman susah buang air besar karena kebanyakan makan Kecapi. Ya gimana nggak, orang sama biji-bijinya saya telan semua. Ups, maaf jadi sedikit curcol.

Buah KecapiBertahun-tahun setelah bertandang ke pulau seberang, saya tidak pernah melihat Kecapi lagi. Dan akhirnya, beberapa hari kemarin diperjalanan tidak sengaja menemukan penjual buah yang kebetulan jual buah Kecapi. Tanpa basa-basi, saya langsung menekan tuas rem kendaraan saya dan berbalik arah untuk segera beli itu Kecapi. Kalo di pikir-pikir, kejadian itu seolah-olah saya kaya’ orang nemu duit segepok di tengah jalan. Jleb.., lebay kesannya kan. But it’s fact !

Sebelum proses transaksi, tanpa basa-basi saya langsung memilih kecapi dan memasukkannya ke dalam kantong plastik hitam untuk di timbang. Sekitar 25 biji saya masukkan ke dalam kantong plastik dan di timbang. Ternyata.., ett dahh. Tahukah anda berapa harga kecapi per kilo-nya sekarang?? 20rb rupiah! Bujug buneng.., saya merasa buah ini nggak ada artinya, tapi ternyata salah. Semakin susahnya menemukan buah ini, ternyata membuat harganya melejit setinggi itu. Dan itulah bodohnya saya, karena sudah saking kangennya ingin bernostalgia dan mencicipi Kecapi, saya awalnya tidak bertanya berapa harga buah Kecapi tersebut per kilo-nya. Karena dalam otak saya mungkin sekitar 5 s/d 7rb rupiah perkilonya. Tapi biarin lah, namanya juga kangen. Setelah bernegosiasi sama penjualnya, deal dengan harga 25rb untuk 2kg Kecapi.

Di balik hal ini, saya terfikir tentang suatu hal. Malahan, saya sempat menghayal sewaktu memakan buah ini, “Bagaimana seandainya buah ini sudah tidak bisa lagi saya temukan? Padahal lu kan banyak menyimpan kenangan indah bersama teman-teman kecil gue dulu. Termasuk, sama mantan, alias cinta monyet gue”. Haha.., dalam hati saya sampai mengatakan kalimat tersebut lho. Percaya atau nggak, up2u. Tapi saya berpandangan seperti pepatah, bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Beberapa tahun ke depannya buah ini akan semakin sulit ditemukan. Atau bisa jadi, memang benar-benar menghilang karena peradaban.

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

1 Comment on Sulitnya mencarimu oh Kecapi

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*