Selamat Hari Ibu : Surat untuk Beliau di alam sana

Sudahkah anda bertanya bagaimana kabar Ibu? Sudahkah bertanya apakah Ibu sudah makan? Tahukah anda sedang apa Ibu sekarang? Atau yang paling penting adalah, sudahkah anda mendoakan Ibu?

Ibu adalah seseorang yang paling berharga bagi setiap orang, tanpa seorang Ibu anda tidak dapat seperti sekarang ini. Sekalipun peran Ayah juga sangat penting, tetapi sudah cukup untuk memperkuat alasan bahwa Ibu adalah sosok yang paling luar biasa dalam kehidupan. Sejak mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkan anaknya, banyak sekali yang harus dilalui dan dirasakan baik itu suka ataupun duka. Kehebatan lainnya di balik itu adalah, bahwa seorang Ibu tidak pernah mengeluhkan kepahitannya untuk tetap terus merawat dan membesarkan anaknya hingga dewasa. Bahkan hingga kesempatan terakhirnya untuk menghirup nafas di dunia ini.

Berbahagialah jika Ibu anda masih ada, masih bisa tersenyum dan membelai lembut dengan tangannya yang penuh dengan keajaiban. Karena itu adalah saat terindah dalam kehidupan ini. Ketika itu pula doa-doa yang tulus ikhlas mengalir ke langit tertinggi demi sebuah harapan. Yaitu, berharap agar anaknya mendapatkan yang terbaik dan mendapatkan kebahagiaan kelak.

Jika Beliau sudah tiada, pasti anda akan menyesal. Merindukan masa-masa seperti itu, masa-masa dimana Ibu menceritakan tentang hal yang indah, yang penuh dengan pengharapan, yang memberikan secercah titik terang di ujung jalan yang dirasa kelam. Hhhmm, jadi sedih.  Tapi itulah alur kehidupan. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya, bahkan melebihi apa yang telah mereka dapatkan.

Dan ketika masanya telah tiba, dimana Ibu hanya diam terpejam. Diam, terpaku, dan membiru. Rasa sesal yang menyerang membuat anda merasakan bahwa kehilangan adalah ujian untuk mengetahui jawaban seberapa penting peran Beliau untuk anda.

Bersyukurlah bagi anda yang masih berdiri diantara Ibu, Ayah, dan keluarga yang selalu ada menemani dalam suka dan duka. Bagi yang sudah ditinggalkan, berbahagialah anda karena bahwa sebenarnya Beliau sedang tersenyum ketika merasakan doa yang telah anda lantunkan.

Akhir kata, saya nggak mau mengajak anda bersedih atau menangis. Tapi cobalah untuk sedikit merayakan Hari Ibu dengan mencium tangannya, sambil mengucapkan “Aku sayang Ibu..”. Selagi punya kesempatan, nggak usah malu, gengsi, atau takut dirasa nggak perlu. Karena sedikit ucapan tersebut jika dilakukan dengan tulus ikhlas, dapat membuat anda merasa bahagia. Percaya deh!

Tapi, jika ternyata Ibu sudah jauh disana, pulang ke pangkuan Ilahi, kirimkanlah doa kebahagiaan untuknya. Karena hanya doa yang beliau butuhkan saat ini untuk dapat membuatnya tetap tersenyum, sekalipun di alam sana.

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*