Oh Indonesia ku, ternyata sebenarnya kita belum merdeka..

Indonesia, ternyata kita belum merdekaDalam ocehan kali ini, sebelumnya dari lubuk hati saya yang paling dalam sebagai rakyat jelata yang juga asli warga negara indonesia ingin mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Di Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-65 ini saya masih tetap berbangga hati masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menghirup indahnya udara serta memandang semua yang ada dihadapan saya, di Negara Republik Indonesia. Apalagi, ultah Indonesia kali ini bertepatan dengan bulan yang sangat baik dan penuh berkah, tentunya saya (mungkin juga anda) merasakan kebahagiaan tersendiri dalam atmosfir yang berbeda ini.

Tapi, ini dia nih (ujung-ujungnya gak enak!), mungkin kita semua menyadari bahwa ternyata meskipun di atas kertas dan juga telah di-proklamirkan bahwa Republik indonesia telah merdeka, kita harus melihat jauh ke sekeliling terhadap apa yang ada dan sebenarnya terjadi di negeri kita sekarang ini.

Kemiskinan masih menjadi teman serta penghias di setiap berita, korupsi masih menjadi darah yang seakan menggerogoti trombosit niat baik, bendera arogan masih berkibar di setiap darah wakil kita, raut senyum orang-orang  disana masih sengaja mendikte kita satu persatu, sampai-sampai hari ini kita masih merasa kecil, mengecil, dan terus mengecil karena satu persatu perlahan mengaku-ngaku bahwa “itu milik saya…!!”, atau, “Halah, hantam. Mereka nggak akan berbuat apa-apa..!”. Yah.., itulah mungkin anggapan atau perkataan para tetangga yang sekarang telah kaya karena kekayaan kita (atau mungkin karena kebodohan kita?) sehingga malah kita yang justru miskin dan serba kekurangan dan akhirnya bagaikan tidak memiliki harga diri.

Well.., tau deh mau ngomong apa lagi nih. Meskipun sebagai seorang blogger yang selalu ngoceh nggak karuan, tapi saya menganggap ocehan saya kali ini agak sedikit berkualitas (narsis dikit) bila dibandingkan dengan ocehan sebelum-sebelumnya. Kenapa?!? Seperti kita lihat sekarang ini, mungkin anda sudah mengetahui tentang berita-berita yang membuat kita merasa panas dan terhina (nggak perlu dijelasin lagi apa itu), saya hanya ingin mewakili dari kurang lebih 234 juta jiwa di negeri ini mengatakan suatu hal yang terjadi saat ini.., “Maaf Malaysia, simpatik saya benar-benar sudah hilang padamu..”. Meskipun mungkin tulisan saya hanya menambah senyum sinis sumringah mu, tapi itu itulah perkataan diri saya yang cuma bisa saya tuangkan disini.

Ketika saya liat Reog Ponorogo, saya ingat kamu. Waktu saya pake batik, saya ingat kamu. Hingga waktu saya mendengar lagu sayonara atau lagu kebangsaaan Indonesia Raya, terkadang saya sedikit juga ada ingat kamu. Waktu saya makan rendang buatan mertua saya, saya gak lupa sama kamu. Apalagi kalau mendengar pulau Sipadan dan Ligitan, terkadang dengan perasaan terpaksa saya menganggap sudah milik kamu sekarang. Hufftt.., jadi ngantuk nih.

Saya akui, teknologi serta persenjataan saya belum sebanding denganmu. Tapi saya punya jiwa nasionalisme yang masih tertanam di setiap jiwa saudara-saudara saya semuanya disini, dan yang terpenting.., karena saya sangat yakin, “Bahwa cepat atau lambat Tuhan akan mengumumkan siapa yang benar, dan siapa yang salah kelak”.

Meskipun begitu ada detik ini, saya tetap berbangga menjadi Rakyat Indonesia, dan saya akan terus memupuk harapan besar untuk di masa yang akan datang.

Selamat Ulang Tahun Republik Indonesia”. Di ultah yang ke-65 ini semoga kita akan tetap menjadi satu kedaulatan dan kesatuan untuk menjadi lebih baik, lebih baik, lebih baik, hingga yang terbaik. Kita harus segera sadar dan terbangun sejak Proklamasi 65 tahun lalu yang dibacakan oleh Bung Karno, karena sesungguhnya hingga saat ini kita masih belum merdeka.

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*