Mengenal sistim perhitungan pajak progresif kendaraan bermotor

print pajak progresif

Membayar pajak menjadi kewajiban bagi masyarakat demi kepentingan umum, salah satunya adalah dengan membayar pajak kendaraan bermotor. Berhubung saya kemarin baru saja membayar pajak tahunan kendaraan bermotor, saya sedikit banyaknya jadi mengetahui seluk beluk serta tata cara bayar pajak kendaraan bermotor secara langsung. Ternyata caranya cukup mudah dan tidak sesulit yang dibayangkan, anda tinggal daftar, bayar di kasir, dan menunggu penerbitan STNK. Tapi, pastikan ada sudah melengkapi dokumen yang diperlukan, seperti KTP asli, STNK asli dan foto copy, kemudian BPKB.

Biasanya yang menyebabkan malas adalah menunggu, karena antrian yang cukup panjang akan memakan banyak waktu, terutama bagi anda yang memiliki waktu terbatas. Selain itu, satu hal yang baru saya ketahui adalah mengenai Pajak Progresif. Karena saya kaget ternyata saya dikenakan pajak progresif. Meskipun nilainya tidak seberapa, tetapi saya mencoba menelusuri sistim perhitungan pajak progresif kendaraan bermotor.

Berdasarkan Perda Prov DKI Jakarta No.2 2015, besaran tarif pajak terhadap pemilik kendaraan pribadi adalah sbb :

Kendaraan ke-1, pajaknya adalah 2 persen.
Kendaraan ke-2, pajaknya adalah 2,5 persen.
Kendaraan ke-3, pajaknya adalah 3 persen.
Kendaraan ke-4, pajaknya adalah 3,5 persen.
Kendaraan ke-5, pajaknya adalah 4 persen.
Kendaraan ke-6, pajaknya adalah 4,5 persen.
Kendaraan ke-7, pajaknya adalah 5 persen.
Kendaraan ke-8, pajaknya adalah 5,5 persen.
Kendaraan ke-9, pajaknya adalah 6 persen.
Kendaraan ke-10, pajaknya adalah 6,5 persen.
Kendaraan ke-11, pajaknya adalah 7 persen.
Kendaraan ke-12, pajaknya adalah 7,5 persen.
Kendaraan ke-13, pajaknya adalah 8 persen.
Kendaraan ke-14, pajaknya adalah 8,5 persen.
Kendaraan ke-15, pajaknya adalah 9 persen.
Kendaraan ke-16, pajaknya adalah 9,5 persen.
Kendaraan ke-17, hingga seterusnya pajaknya adalah 10 persen

Persentase di atas di atas dikalikan berdasarkan Dasar Pengenaan Pajak (DPP), jadi mohon maaf saya juga belum mendapatkan informasi mengenai hal ini. Tetapi pada intinya, pada saat anda membayar pajak kendaraan bermotor, anda akan diinformasikan mengenai tarif pajak progresif ini saat akan membayar di kasir. Buktinya bisa di lihat seperti gambar yang ada di bagian pertama postingan ini.

Sedangkan di STNK-nya, pengenaan pajak progresif kepemilikan kendaraan bermotor yang anda miliki dapat di lihat dari kode yang ada pada STNK. Anda dapat melihat apakah anda sebenarnya dikenakan pajak progresif atau tidak. Bila kodenya 002, itu artinya kendaraan anda yang ke-2. Bila melihat kode 003, itu artinya kendaraan anda yang ke-3, dan seterusnya. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.

bukti pajak progresif di stnk
Jumlah kendaraan / kode kepemilikan pada STNK

Nahh, gambar tersebut akan memperlihatkan secara jelas mengapa anda dikenakan pajak progresif. Karena akan tertera kendaraan bermotor lainnya yang masih menggunakan nama anda dan kendaraan bermotor yang digunakan oleh anggota keluarga anda, misalnya seperti orang tua, adik, kakak, atau pada intinya berdasarkan Kartu Keluarga anda yang berlaku saat ini.

Bagaimana caranya untuk menghindari pajak progresif?

Untuk menghidari pajak progresif kendaraan bermotor, sebaiknya anda melakukan cabut berkas. Bila anda menjual kendaraan bermotor, sebaiknya anda mewajibkan si pembeli untuk segera ganti nama sesuai dengan identitas si pembeli untuk menghindari pajak progresif yang harus anda tanggung.

Hal di atas adalah kesalahan yang saya lakukan, karena kurang lebih 3 tahun lalu saya menjual motor saya pada seseorang tetapi hingga sekarang masih belum di balik nama. Jadi, akhirnya saya harus menanggung pajak progresifnya.

Itulah sedikit informasi yang bisa saya berikan mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan serta sistim perhitungan pajak progresif kendaraan bermotor. Berbanggalah bila anda membayar pajak tepat waktu, karena dengan begitu anda juga akan merasakan manfaatnya dan juga demi pembangunan kepentingan umum lainnya pada bangsa ini. Selain itu, anda juga tidak akan merasa was-was ketika di jalan, karena anda telah mengantongi surat-surat penting yang harus dimiliki bagi pemilik sekaligus pengendara bermotor. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Tips ketika di tilang polisi lalu lintas

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*