Mengenal 6 type online buyer yang harus diketahui

Mengenal 6 type online buyer yang harus diketahui
Image source : hfma.org

Pertumbuhan pengguna internet memberikan manfaat positif bagi anda yang ingin mendapatkan peluang bisnis. Salah satunya ada jualan, baik itu produknya bersifat barang maupun jasa. Di balik masyarakat yang semakin melek internet, terdapat beberapa hal yang biasanya justru membuat anda merasa senang, terkesan, kecewa, hingga merasa jengkel.

Bila anda adalah seorang online seller, saya yakin banyak hal unik yang pernah terjadi. Terutama pada saat calon pembeli mengambil keputusan untuk membeli produk yang anda jual. Teknik closing yang tepat pastinya akan menentukan seberapa cepat calon pembeli akan mengambil keputusan. Karena itu, berikut ada beberapa type buyer yang sering ditemui sebelum mereka memutuskan untuk membeli.

Jenis dan type pembeli yang paling sering ditemukan

1. Pembeli Kooperatif

Simple, ramah, akrab, menyenangkan, tidak banyak bertanya, proses pembayaran cepat, komunikasi terus terjalin, dan banyak hal yang positif dari seorang pembeli kooperatif ini. Siapapun pasti akan sangat senang jika berhadapan dengan pembeli dengan type ini. Bahkan yang uniknya menurut saya adalah terkadang tidak perlu cerita panjang lebar ataupun tawar menawar harga mengenai spesifikasi produk maupun jasa yang kita jual.

Memang jarang sekali ditemui, tapi beberapa kali saya pernah menemukan type pembeli seperti ini. Jika anda menemui type pembeli koperatif, sebaiknya pertahankan komunikasi anda dengannya. Karena bisa saja mereka membutuhkan produk anda suatu saat nanti.

2. Sang perampok

Rasanya, sebuah konotasi perampok cukup tepat bagi saya untuk menggambarkannya. Seperti yang kita ketahui, rampok adalah identik dengan hal negatif. Namun dalam hal ini pembeli type perampok ini bukanlah bermaksud merampok kita. Disini saya lebih mengartikannya lebih sadis dari apa yang terpikirkan. Type pembeli perampok ini biasanya suka menawar harga yang sangat tidak realistis. Walaupun tawar menawar adalah hak setiap konsumen, tetapi bagaimana rasanya jika barang dagangan anda di tawar hingga 30-40 dari harga jual? Nah, rasanya sangat cocok bila saya katakan perampok.

Sama halnya seperti pembeli koperatif. Meskipun jarang ditemui, tetapi saya sendiri pernah mengalaminya. Bila anda bertemu dengan calon pembeli type ini, biasanya mereka tidak serius ingin membeli barang yang di jual. Jadi, tetaplah bersikap ramah dan jangan terlalu di follow up.

3. Nenek lampir

Agak berbeda dengan sang perampok. Nenek lampir memiliki suara yang nyaring dan menyeramkan, atau lebih tepatnya oleh para buyer seringkali di dimasukkan ke dalam kategori pembeli yang cerewet. Banyak bertanya, ingin tahu secara detail, dan terkadang suka menawar. Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi type pembeli ini. Tetapi berdasarkan pengalaman saya, ketika type nenek lampir ini benar-benar membeli produk anda, biasanya mereka akan bersikap loyal. Oleh karena itu, tetaplah layani pembeli ber-type nenek lampir ini dengan ramah dan senang hati.

Baca juga : 7 alasan mengapa sebaiknya anda tidak cemberut

4. Tidak sabaran

Selalu bertanya apakah pembeliannya sudah kita proses, apakah barangnya sudah di kirim,  atau kapan barangnya akan sampai. Yap, itulah type pembeli yang tidak sabaran. Pembeli type tidak sabaran ini terus terang memang menjengkelkan, tetapi jangan khawatir, karena dengan memberikan pengertian secara sederhana dan jelas anda dapat membungkam mulutnya untuk kembali bertanya-tanya mengenai apa yang sedang ada di otaknya saat itu.

5. Plin-plan

Suka ganti-ganti, terlihat seperti sedang bingung, dan biasanya cukup membakar kalori anda saat berhadapan dengan type pembeli yang plin-plan. Menurut saya sepertinya mereka masih belum merasa mendapatkan informasi yang cukup mengenai spesifikasi produk yang di jual. Bila anda berhadapan dengan si plin-plan ini, solusi untuk mempersingkat waktu mereka dalam mengambil keputusan adalah dengan menjelaskan secara terperinci mengenai jenis dan spesifikasi produk maupun jasa yang anda jual.

6. Hit and Run

Jika anda seorang online seller, adalah hal yang wajar bila bertemu dengan pembeli ber-type hit and run. Bisa saja mereka sedang melakukan cek dan ricek mengenai kecepatan respon, atau sekedar ingin tahu lebih detail mengenai produk anda. Bahkan, bisa saja mereka adalah competitor anda yang mencoba melakukan analisa atau ingin melakukan uji coba mengenai kecepatan respon dan pelayanan anda. Mereka akan cenderung bertanya, memilih produk yang akan di beli, tetapi tidak melakukan langkah akhir yang harus diselesaikan alias transfer uangnya.

Tetap tersenyum dan sabar bila bertemu type hit and run ini. Berpikir positif dan anggap saja mungkin dia sedang lelah. Rejeki tidak akan pernah tertukar, hehe.

Itu dia 6 type online buyer yang perlu diketahui. Seperti apapun type mereka, layanilah dengan sepenuh hati. Karena bagaimanapun itu seni menjual secara online sangatlah jauh berbeda bila dibandingkan dengan jualan secara offline. Dimana membutuhkan sentuhan yang tepat, dengan kata-kata yang jelas dan singkat. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Ini 5 karakter setan yang patut di contoh

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*