Melihat itu ke depan, bukan ke belakang

Kebahagiaan tersendiri karena Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 2012 bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, dan juga berdekatan dengan bulan Syawal, atau tepatnya hari umat muslim di seluruh dunia merayakan kemenangan yang sarat akan kebersamaan. HUT Indonesia 2012 memberikan sebuah sentilan tersendiri yang (masih) merasa tertindas. Tertindas dalam arti kata, belum merdeka-nya sisi kebutuhan, dan keinginan yang belum tercapai.

Dari segi kebutuhan, saya yakin masih banyak orang di luar sana yang belum memiliki sandang (pakaian) yang wajar. Masih banyak di luar sana yang belum bisa memenuhi kebutuhan pangan. Dan juga saya yakin masih banyak yang belum mendapatkan papan (tempat tinggal) yang bisa dikatakan layak.

Cermin sosial di atas mungkin bisa dijadikan acuan, seberapa nikmatkah hidup kita saat ini? Rasanya bagi saya sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Karena sebenarnya begitu banyak nikmat yang telah kita dapatkan.

17 Agustus 2012, hari ini Indonesia menginjak usia yang ke-67. Sudah merdeka? Atau belum? Sebuah perasaan dilematis sosial jika kita dihadapkan dengan dua pilihan, antara bangsa dan diri kita sendiri. Pertama, ketika kita bicara tentang keadaan Indonesia sendiri, bagi saya pribadi, Indonesia belum merdeka. Meskipun Proklamasi telah dibacakan oleh Soekarno 67 tahun silam, namun itu adalah sebuah simbol, dimana sebuah teriakan kemenangan bahwa disini adalah sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. Dan di balik semua itu, masih banyak yang harus di selesaikan.

Kedua, jika kita bicara tentang kondisi diri sendiri, sudahkah merdeka? Itu relatif! Bagi kamu yang merasa sudah merdeka, yang merasa sudah mendapatkan tentang sebuah makna KEMERDEKAAN, maka bersyukurlah, dan jangan lupa untuk terus menadahkan tangan kepadaNya karena nikmat yang Dia berikan ke kamu sungguh indah. Namun bagi yang belum, ya sudahlah. Jangan ratapi itu semua, jangan menjadi kerdil atas itu semua. Teruslah bertahan dengan melakukan apa yang bisa dilakukan, teruslah berjuang karena sesungguhnya perjuangan itu tiada akhir, hingga mendapatkan apa yang ingin kamu dapatkan dari makna sebuah KEMERDEKAAN dan KEBEBASAN.

Seperti kata almarhum Ngkong saya, dengan logat betawi-nya yang kental, “Tong.., lu harus bersyukur hidup di jaman sekarang! Jaman gue dulu nih, ngeliat orang ngider-ngider bawa senjata di sini udah biasa. Lu masih mending, makan tinggal makan, jajan tinggal jajan, ngalor ngidul kagak harus ngumpet-ngumpet”. Itulah sepenggal kalimat yang masih saya jelas tersimpan di memori saya sewaktu ngobrol dengan beliau.

Nggak kebayang bagaimana gambarannya kalau kita meng-imajinasi-kan atau mencoba untuk sedikit saja feed back diri kita ke belakang. Kalaupun kebayang, yang ada di otak saya cuma gambar hitam dan putih. Itupun karena kalau saya nonton film jaman dulu kan masih hitam putih, stress sendiri kan jadinya :mrgreen:

So, seperti itulah sebuah analoginya menurut saya jika kita melihat ke belakang. Kita tidak akan mendapatkan apapun selain sebuah bayangan kelam. Kalaupun ada yang manis, it’s gone! That remember just a memories!

Mumpung hari ini adalah Hari Kemerdekaan Indonesia ke-67. “Selamat ulang tahun Republik Indonesia”. Masih banyak penjajah terselubung yang sebenarnya dia ada di sekeliling kita, atau bahkan masih bersarang dalam diri kita sendiri. Untuk dapat mengalahkan penjajah-penjajah tersebut hanya dengan terus menyerangnya! Dengan cara melihat ke depan, jangan ke belakang, untuk Indonesia, dan juga diri kita sendiri.

Selamat berjuang kawan, jalan masih panjang

About Andy Febrian 532 Articles

Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*