Malangnya nasib si Mapala

Kamu pasti sudah tahu kan apa itu Mapala? Sebelumnya, saya pribadi salut dengan para Mapala yang tulus memperhatikan, menjaga dan peduli dengan alam yang diberikan oleh Sang Pencipta ini. Sewaktu kemarin saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke tempat yang masih tergolong alami di kota saya, terlintas di benak saya bagaimanakah kondisi di sini pada tahun-tahun mendatang? Betapa malangnya jika barisan bukit-bukit nan indah tanpa di tumbuhi pohon-pohon besar sebagai mahkotanya. Dalam lain hal, saya juga mengerti kondisi sekarang ini memang bisa melihat bahwa kebutuhan semakin meningkat. Termasuk kebutuhan pada kayu yang biasanya digunakan sebagai material dalam pembuatan rumah, meubel, meja/kursi, dsb.

Sebagai manusia yang lagi belajar dan berperasaan :hihi: , hati kecil saya cuma bisa berharap dan berdoa semoga Tuhan tetap memberikan sajian keindahan meskipun sumber keindahan tersebut kini sudah terancam. Saya saat ini memang hanyalah seorang manusia kecil yang mencoba untuk memperhatikan apa yang di ucapkan oleh kata hati saya.

Beberapa saat kemudian, ketika dalam perjalanan pulang saya teringat nasib saya sebagai Mapala yang malang. Eit.., ntar dolo. Ini bukan berarti saya adalah Mahasiswa pencinta alam yang aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang telah terprogram, melinkan Mapala dalam lain hal yang mencoba bertahan, berusaha dan berjuang untuk meraih indahnya mimpi-mimpi saya. Karena saya merasa besar kepala ketika teman-teman saya yang sudah hidup dengan taraf standar, “Ndi, gimana, udah wisuda??”, “Ndi kapan lo wisuda?!?”, atau “Gimana, udah kerja dimana lo??”. Saya hanya bisa tersenyum kecil karena melihat keberhasilan yang telah mereka dapatkan sambil menjawab, “Belum.., gw masih dalam perjalanan meraih mimpi..”.

Ketertinggalan tidaklah akan menjadi tertinggal selamanya, tapi tertinggal karena di balik ketertinggalan itu terselip berjuta pelajaran yang belum tentu di dapatkan oleh semua orang. Tapi perlu di ingat, semuanya harus di jalani dengan sabar, penuh perjuangan dan juga doa.

Stop!! Cukup segitu curhatnya ah..

Kalo kamu bertanya-tanya, “Trus apa hubungannya dengan malangnya nasib si Mapala?!?”. Memang nggak ada. Tapi pada intinya menjadi Mapala, alias Mahasiswa Paling Lama (belon wisuda) rasanya malang banget. Ketika teman-teman sudah pada wisuda atau sudah pada kerja, kita justru masih jadi betah di kampus. Huehue.., jalani dengan penuh perjuangan dan doa aja deh. Itu bukan alasan bagi si pem Belajar SEO para pemula untuk menyerah.

Maybe I’m looser now, but tomorrow I’ll be same with you, or even higher with you my friends :pray:

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*