Lingkunganmu (belum tentu) adalah kamu

Seringkali kita terbawa arus karena lingkungan dan pergaulan, bahkan bukan berarti tidak mungkin kita di cap sebagai seseorang yang berprilaku negatif hanya karena sebuah pergaulan. Karena tidak banyak orang yang beranggapan “Jangan menilai buku dari sampulnya”. Sederhananya, cara orang menilai kita sebagian besar justru dari luarnya saja. Kadang-kadang kita pribadi tidak menyetujui cara penilaian seperti itu, karena sebenarnya kita belum tentu seperti itu juga.

Lingkunganmu adalah kamu! Kalimat itu mungkin sudah sering kamu dengar. Tapi, benarkah itu bersifat mutlak? Ups, belum tentu. Karena ini belum tentu bersifat mutlak. Meskipun banyak juga diantara kita yang (mungkin) terbawa arus dalam lingkungan ataupun pergaulan, tapi pada dasarnya itu tergantung pribadi masing-masing. Kenyataanya memang sebagian besar lingkungan ataupun pergaulan sangat menentukan dan mempengaruhi kita, tetapi kalau kita memiliki kesadaran yang diterapkan dengan komitmen antara yang baik dan benar, mudah-mudahan kamu bisa kuat untuk mengendalikan diri kamu sendiri ketika godaan-godaan menghampiri kamu.

Kamu bisa membayangkan, misalnya apa jadinya jika kamu di cap sebagai seorang tukang gombal hanya karena berteman dengan teman-teman kamu yang mayoritasnya memang adalah seorang penggombal?!? [mikir] atau, bagaimana kalau kamu di cap sebagai seorang preman, hanya karena kamu berteman dengan teman-teman kamu yang sebagian besar dari mereka adalah anak jalanan?! Atau contoh lainnya.

Seperti sebuah cermin. Apa-apa yang ada di hadapan dan sekitar kita, itulah bentuk diri kita sebenarnya. Memang terlihat tidak adil. Tapi, bagi kamu yang ingin membuktikan bahwa kamu bukanlah seperti yang dibayangkan oleh orang-orang yang men-cap kamu, justru ini adalah sebuah tantangan.

Kenapa?!? Karena yang pertama kamu harus mengendalikan/melindungi diri kamu dari godaan-godaan yang datang. Kedua, kamu harus memikirkan bagaimana caranya agar kamu bisa menjaga image atau gambaran orang-orang terhadap diri kamu. Memilah pergaulan merupakan faktor yang sangat penting, namun bukan berarti kamu harus menutup diri atau sangat selektif dalam lingkungan ataupun pergaulan. Bagaimanapun itu, lingkungan dan pergaulan merupakan sebuah komunitas serta sebuah keluarga yang akan membuat hidup ini menjadi lengkap dan lebih indah.

Mengingat lingkungan banyak yang terkontaminasi, sampai ke pergaulan bebas, dan kalau lupa diri, ujung-ujungnya bisa tewas. So, ini adalah sebuah tantangan dan fenomena zaman sekarang bagaimana kita bisa menjadi setitik air yang bisa menyegarkan 10, 20, atau bahkan 100 pohon, agar kamu bisa membuktikan bahwa kamu bukanlah seperti anggapan orang-orang yang memberikan image negatif sama kamu. Selain itu, juga untuk merubah pandangan orang-orang yang menilai kamu hanya dari luarnya saja menjadi, lingkunganmu adalah (bukan) kamu.

About Andy Febrian 532 Articles

Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*