Ketahui hal ini sebelum fokus mencari uang online

Sudah lama rasanya tidak membahas mengenai cari uang online, sejak krisis global yang berimbas kepada krisis dompet saya, rasanya agak sungkan untuk berbicara mengenai make money online. Tapi kali ini mumpung yang ada di kepala mengenai uang online, nggak ada salahnya saya sedikit berbagi tentang hal ini.

Siapa sih yang nggak mau punya penghasilan? Punya pekerjaan tanpa di suruh atau di caci maki oleh orang lain? Yup, selain mendirikan usaha sendiri dengan adanya ketersediaan modal, mengais rejeki dengan cara online adalah salah satu alternatifnya. Pertumbuhan dalam dunia internet sungguh pesat, saking pesatnya saya sendiri sering terjebak atau barangkali tersesat di tengah-tengah pertumbuhan internet itu sendiri. Sejak beberapa tahun lalu, awalnya ngeblog cuma sekedar buat iseng-iseng, sampai akhirnya alhamdulillah saya bisa mendapatkan income yang berkelanjutan. Ups, itu dulu. Sekarang, masih alhamdulillah masih ada pemasukan walaupun mungkin tidak sebesar beberapa tahun yang lalu. Sampai detik ini entah kenapa saya merasa tetap harus survive dalam dunia blogging. Mungkin jawabannya saya akan mengetahuinya pada suatu saat nanti. Yang penting sekarang keep blogging walapun terkadang masih suka nggak fokus sehingga jarang update blog yang ujung-ujungnya mengakibatkan trafik blog mengalami penurunan.

Lah, itu dia kebiasaan saya nih. Kalau udah curhat jadinya malah keterusan. Langsung saja, ini adalah resiko atau lebih tepatnya beberapa hal yang harus diketahui jika ingin memulai bisnis online :

1. Siap bekerja tanpa di gaji

Siap untuk tidak di gaji

Saya rasa semua orang yang ingin memulainya sudah mengetahui hal ini. Sebelum anda ingin fokus terjun ke dunia online, tanya kembali pada diri anda. Apakah gue siap untuk tidak di gaji? Apakah gue bersedia untuk mengencangkan ikat pinggang? Apakah gue bersedia untuk hidup super hemat sampe-sampe sebatang rokok buat 3x sambung? Apakah gue bisa bisa bikin kopi segelas trus di hemat-hematin biar bisa tahan sampe tengah hari? Hehe, it’s look funny. Tapi ya itulah faktanya. Karena untuk mendapatkan duit online sifatnya nggak bisa instan. Misalnya, membuat blog sampe trafik-nya rame trus bisa di monetize itu butuh proses. Atau kalau anda ingin berjualan hanya mengandalkan toko online, itu juga nggak bisa langsung rame. Butuh kepercayaan dari konsumen itu sendiri untuk berkeputusan beli dari toko anda. Berbulan, atau mungkin bertahun. Itu makanya saya katakan bahwa ketika anda memutuskan untuk memulainya, dalam rentang waktu beberapa bulan anda harus siap untuk tidak di gaji. Ya, syukur-syukur ada yang bisa cepat. Karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalau peran tangan Tuhan ikut menyertai. Sekali lagi, “Siapkah anda untuk tidak di gaji? Atau mendapatkan penghasilan yang rasanya cuma cukup buat beli mie + rokok doank?”. Tidak jauh berbeda dalam memulai sebuah bisnis nyata. Berusaha keras untuk terus tumbuh hingga benar-benar menjadi profitable.

2. Siap untuk Galau

Bingung butuh uang

Dalam menjalankan poin pertama di atas, ketika masanya berasa stag terkadang akan menciptakan suatu kondisi dimana akan berda pada keterpaksaan untuk mendapatkan uang. Kantong gersang yang kering kerontang karena harus mengeluarkan biaya internet, rokok, minuman, makanan, yang intinya menjadi pengeluaran wajib sehari-hari seringkali menjadi cobaan di saat musim paceklik. Ya, karena seperti yang saya katakan di atas. Untuk mendapatkan uang dengan cara online tidak bisa dilakukan secara instan. Berbulan, atau tidak tertutup kemungkinan bisa tahunan. Itu tergantung individunya masing-masing. Mau giat belajar atau tidak, mau berusaha untuk berkembang atau tidak, memiliki rasa optimis atau tidak, semuanya tergantung pada diri anda sendiri. Mencari pekerjaan sambilan di luar tetap bisa anda lakukan. Tapi apakah anda benar-benar yakin tidak akan tergoda dengan pendapatan ketika anda bekerja di luar sana yang memberikan pendapatan dengan KEPASTIAN ketimbang menjadi onlinepreneuship? Apakah anda siap untuk menghadapi ombak besar yang menciptakan sebuah ujian bagi anda untuk terombang-ambing?

3. Galau tingkat dewa

Siap untuk stress

Ini adalah fase yang cukup riskan. Kenapa? Karena kondisi galau bagi seorang onliners menurut saya adalah kondisi dimana rasanya berasa diri sudah jadi setengah gila. Traffic blog tiba-tiba turun drastis, Adsense kena banned, customer komplain nggak jelas, blog gratisan yang di bikin di blogger tiba-tiba di hapus, belum lagi menghadapi koneksi internet yang tiba-tiba putus, lemot, bla bla bla. Kwokwokwoww.. Intinya pada fase ini anda akan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Tetap terus, atau berhenti. Meskipun hasrat untuk mendapatkan uang melalui internet tetap positif, tetapi anda akan berada pada masa yang cukup membingungkan yang akan mengakibatkan sulit untuk melangkan jemari tetap berada di keyboard. Jika anda ingin fokus cari uang online, otomatis anda harus berusaha keras agar blog anda mendapatkan posisi strategis di mata search engine. Jika anda fokus jualan online ya anda juga tetap dalam kondisi yang tidak jauh berbeda. Apapun profesinya, kegalauan atau stress adalah tantangan tersendiri. Termasuk berprofesi sebagai pencari rejeki di dunia maya. Maka dari itu, siapkah anda ketika harus mengalami galau? Siap stress? Atau bahkan frustasi mungkin?

4. Berada di lingkaran ‘Krisis Kepercayaan’

Krisis kepercayaan

Bagi saya dalam konteks ini adalah resiko dan juga tantangan tersendiri ketika saya sedang mengaplikasikan hal-hal yang ingin saya dapatkan. Aktivitas yang anda lakukan selalu saja bersama komputer, seakan anda menjadi jin di ruangan karena seringkali harus berlama-lama di depan komputer kamar anda. Sampe-sampe bukan berarti tidak mungkin jika anda harus menomer duakan hal-hal yang sebenarnya bersifat prioritas dalam aktifitas anda di luar sana. Karena perubahan rutinitas yang membuat anda menjadi makhluk kamar akibatnya akan di pandang sebelah mata. Di bilang pengangguran yang pemalas, di sangka jagain lilin lah sama tetangga, sampai-sampai di bilang sudah tidak bisa berfikir secara logic! Dan tidak tertutup kemungkinan orang terdekat anda juga akan memberikan support penuh atas semua ini. Well, it’s not bad. Menurut saya sih sebenarnya wajar aja kalau orang lain berkata seperti itu. Karena mungkin ilmu mereka belum sampai kesini (cie ilah, ilmu. Udah kaya’ orang pinter aja, wkwkwk). Mereka belum mengetahui betapa potensialnya dunia internet untuk meraup rezeki yang di tebar oleh Allah meskipun pandangan hanya tertuju ke layar monitor.  Siapkah anda untuk menerima anggapan seperti itu?

5. Siap mental

Siap mental

Sebelum bicara mengenai mental, saya masih mengingat sebuah wejangan yang sebenarnya juga masih bersifat bias bagi saya sendiri. Yaitu sebuah pesan kecil yang masih selalu saya ingat dari Ibu saya yang sudah tiada. Beliau pernah mengatakan yang intinya, “Tuhan akan membayar kerja keras dari apa yang telah kamu kerjakan. Bahkan kadang-kadang Tuhan akan membayarnya lebih dari yang kamu harapkan”. Saya rasa nggak ada hubungannya sih sama mental. Tapi kalau dikaitkan dalam setiap pekerjaan apapun itu, ketika kita akan melakukan apapun, pasti membutuhkan mental, termasuk dalam dunia online. Meskipun ruangannya hanya sebatas di depan mata, tapi kalau di cerna secara keseluruhan semua itu sangat membutuhkan mental besar. Malahan mental secara keseluruhan dimana lahir dan batin bersatu dalam kalbu. Haha mulai error nih mata.. Sederhananya dari keseluruhan poin-poin di atas pada masa tertentu, mental anda akan dipertanyakan atau benar-benar di uji kembali. Sudah siapin mental belum? Siap tidak di gaji? Siap mengalami galau tingkat dewa? Siap untuk bisa memanajemen stress? Siap untuk membuktikan bahwa anda adalah orang yang pantas untuk dipercaya? Semuanya menjadi sebuah kemasan yang terbungkus oleh perasaan optimis atau pesimis yang terbentuk dari mental anda sendiri.

Capek juga ya, nggak sadar kayanya ini tulisan terpanjang di blog ini. Tapi Itulah 5 hal yang harus dipertimbang sebelum memutuskan untuk fokus dalam mengais rejeki secara online. Nggak ada bermaksud untuk menyinggung siapapun, karena postingan ini pada dasarnya untuk ya untuk update blog sekaligus sedikit sharing, dan juga sebagai sentilan kecil bagi diri saya sendiri. Dimana saya harus memulai kembali dari nol, harus membangun kembali sebuah rumah online dengan pondasi yang lebih kuat, berjalan melewati hutan rimba internet yang setiap sisinya terdapat banyak predator, dan berlari kencang ke ujung pengharapan untuk mengambil duit online yang halal. Jangan melihat dari orientasinya, tapi lihatlah bagaimana prosesnya.

Babeh ane bilang,

“Jadi Blogger itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalanin”.

Tapi, kalo menurut saya,

“Jadi Blogger itu memilukan, tapi sayang untuk dilepaskan”.

Just trying to stay on the track. Keep blogging, and keep your passion gan 🙂

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

3 Trackbacks & Pingbacks

  1. Panduan cara daftar KlikSaya.com | andifebrian.com
  2. Tips Nge-blog agar menjadi lebih fokus | andifebrian.com
  3. Ziddu kembali menerapkan sistim Pay Per Download | andifebrian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*