Kelebihan dan kekurangan ikut Paid to Review

Ngemeng-ngemeng soal paid to review, sebenarnya menurut saya pribadi sekarang ini tidak se-gila seperti tahun kemarin. Selain broker paid to review sudah sangat selektif (termasuk advertisernya), dan juga harga yang ditawarkan sudah tidak seberani dulu. Misalnya biasanya rata-rata kita dapet minimal $7 per job, tapi sekarang mah kaya’nya susah banget dapetin segitu. Nggak tahu apa karena krisis global kali ya?! Atau mungkin advertiser sudah pada pinter? Sampe-sampe dia bisa tahu yang mana blog yang layak atau tidak layak untuk menyelesaikan job darinya. Atau.., emang saya gak punya blog yang punya PageRank tinggi dan berkualitas kali ya? 😀

Meskipun dulu saya pernah menulis tentang Paid to Review. Tapi sebelumnya, segala hal tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangan dan kelebihannya. So, wajar kalo saya sekedar sharing tentang kelebihan dan kekurangan mengikuti program paid to review. Mulai dari mana ya? Dimulai dari yang bagus dulu deh..

Kelebihan mengikuti program paid to review.

Dapet duit. Ini pastinya sudah jelas banget. Sudah menjadi hak kita untuk mendapatkan fee alias komisi karena telah menyelesaikan job dari advertiser yang meminta site-nya untuk direview. Yang lebih enaknya lagi, kalau kita ikut program Paid to Review luar, kita dibayarnya pake dollar. Ya.., bisa buat nambah semangat, dan juga bisa bikin keki temen kita. Kok bikin keki? Ya karena saya dulu dibilang orang gila karena pengen cari uang jajan dari internet. “Cari jajan dari yang real aja susah, bagaimana mau dapet dollar dari internet?” But, I can proof it! Setidaknya saya bisa buktikan pada beberapa teman saya yang sudah nganggap saya seperti itu dengan nunjukkin screenshot payment-nya.

Menambah semangat ngeblog. Hihi.., kalo ini relatif. Nggak tau deh apakah kamu juga beranggapan seperti ini. Tapi yang namanya cari duit emang kudu kerja keras. Jadi, kalau mau cari duit dari paid to review, ya harus mengoptimalkan blog kita biar dapet Page Rank, traffic, dengan content yang berkualitas (orisinil). Masalah SEO mah saya kurang tahu, alami dan natural aja kali ya (apa bedanya ya?)

Belajar bahasa inggris. Berhubung Paid Review yang saya ikuti mayoritas dari luar, maka nge-reviewnya harus menggunakan bahasa inggris. Meskipun mungkin ‘tu bule bingung kali translate-nya, tapi yang penting sudah berusaha.

Dan.., kekurangan dari program paid to review menurut saya ada 3 hal juga.

Page Rank menjadi tumbal. Masalah ini mungkin sudah menjadi rahasia umum. Nggak tahu kenapa Om Google kurang suka sama Paid Review (Peace Om..). Selain itu saya juga sudah membuktikannya. Dimana blog saya kena getok sama Google.

Bikin jantungan dan emosi. Tidak semua job yang kita kerjakan akan diapprove oleh broker/advertiser. Nah ini dia nih. Yang bikin jantungan ya pas nunggu apakah job kita akan diterima atau tidak? Trus emosi kalo ternyata job kita ditolak. Maklum, karena saya nggak bisa selalu online. Jadi kalau ada yang ditolak, maka saya harus dengan ihklas untuk mengerjakan kembali job yang ditolak itu.

Image jadi jatuh. Jatuhnya image (menurut saya pribadi) karena adanya postingan review di halaman blog kita. Seolah-olah orang menganggap blog kita tidak berkualitas, dan terkesan ngeblog cuma untuk review semata. Itu tidak benar!! Coba kamu bayangkan, apakah saya salah jika menggunakan blog saya untuk mencari uang sebagai tambahan biaya nge-net, sesesuap nasi dan sebatang rokok. Toh postingan lainnya yang ada di blog tersebut memang asli tulisan saya (bukan hasil dari copy paste). Bagaimana kalau kamu yang dianggap seperti itu? So, jangan pernah menganggap bahwa blog yang terdapat postingan paid review adalah tidak berkualitas. Justru sebaliknya! Karena untuk diterima dalam Bisnis Review atau Paid to Review harus melalui seleksi yang telah ditentukan oleh broker paid to review itu sendiri.

Kaya’nya cuma itu aja. Tulisan diatas adalah kekurangan dan kelebihan Paid to Review menurut saya pribadi lho. Jadi belum tentu sama dengan anggapan kamu. Yang terpenting dan harus disadari, cari duit dari blog itu bukan hal yang mudah! Jadi selain harus tetap berusaha dan optimis, jangan pernah bosan untuk menemukan (atau bahkan mencari) peluang-peluang baru yang bisa menghasilkan selain dari paid to review.

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

6 Comments on Kelebihan dan kekurangan ikut Paid to Review

  1. Setujuuu pak de
    Para blogger kebanyakan orang yang pinter setuju, tulisanya kebanyakan berkualitas.. mampir di blog saya dong pak de masih sepi nih baru berumur 2 mingguan hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*