Jangan negatif thinking sama Tuhan donk!

Terinspirasi dari kejadian kemarin dalam perjalanan ke rumah. Judul di atas, sebenarnya seringkali kita dengar, tapi fenomenanya ternyata seringkali terlupakan oleh kita. Sewaktu di angkot kemarin, nggak tahu kenapa salah satu penumpang yang duduk di sebelah saya nangis-nangis. Ketika saya baru menaiki angkot tersebut, bukannya saya bermaksud ingin mendengarkan setiap pembicaraan perempuan separuh baya tersebut. Tetapi, karena bertepatan duduk di sebelah saya, melalui telefon genggamnya dia bicara dengan pelan, “Kenapa ya?! Kok begini banget sih hidup gw?! Salah apa sih gw?! Tuhan, kenapa kaya’ gini sih! Bla bla bla….”, ucapnya dengan nada yang terisak.

Spontan sayapun kaget dengan ucapannya tersebut, karena seakan mengumpat kepada Tuhan. Seketika itu sayapun berusaha untuk bisa tidak mendengarkan pembicaraannya.

Dengan perlahan suaranya semakin larut oleh hingar bingar kendaraan yang lalu lalang. Hingga akhirnya sayapun merasa miris karena statement perempuan itu. Memang sih, saya tidak mengetahui secara persis tentang permasalahan atau apa yang dialaminya.

Satu hal yang terbesit dalam fikiran saya, bahkan hati saya langsung berteriak, “Jangan salahin Tuhan woii…!!”.

Setelah beberapa menit kemudian, ketika ada beberapa penumpang ada yang turun, saya segera pindah duduk ke posisi paling ujung dan membuka kaca jendela selebar-lebarnya agar angin segar menyejukkan tubuh saya yang rasanya AAK (Asam-Asam Kecut). Maklum, gerah banget rasanya cuy! :mrgreen:

Seperti kata bijak yang pernah saya dengar dari sahabat saya,

Kita terlahir ke dunia, dari kecil, remaja, dewasa, hingga akhirnya tua, dan kembali lagi padaNya.

Terdengar sederhana memang, tetapi jika dimaknai, sangat dalam artinya. Bahkan uniknya, setiap proses yang akan dilalui tidak akan sama dengan orang-orang lainnya. Karena ada sesuatu hal yang tersirat dan tersurat yang sebenarnya hanya ujian dariNya. Kemudian dari setiap ujian yang dilalui tidak akan ada yang melebihi batas kemampuan kita. Justru sebaliknya, Tuhan memberkan ujian karena kita mampu menjalaninya.

Hhmm, kok jadi ceramah nih ane. Tapi nggak apa-apa lah, karena bagi saya ini menjadi sebuah kisah inspirasi kecil dan sekaligus sekedar sharing aja 🙂

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

2 Trackbacks & Pingbacks

  1. Tips ketika merindukan seseorang yang telah tiada | andifebrian.com
  2. Tips ketika merindukan seseorang yang telah tiada | Site Title

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*