Jangan mudah percaya dengan iklan di koran!

Biasanya ada beberapa hal yang membuat kita tergiur dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu barang. Karena kebutuhan, karena keinginan, karena murah, karena pengaruh dari orang, atau bisa juga karena emosi. Bahkan mungkin masih ada faktor-faktor lainnya yang menjadi dasar mengapa kita mau membeli suatu barang.

Mengingat menjadi seorang pembeli kadang-kadang sangat membingungkan, dan bahkan bisa menjadi suatu hal yang sangat sulit. Apalagi jaman sekarang ini ‘tingkat kecurigaan’ semakin tinggi, sehingga banyak hal yang harus diantisipasi. Dalam prinsip jual beli (transaksi) bukan pihak penjual saja yang bisa merugi, tetapi pihak pembeli juga bisa dirugikan.

Mengendalikan diri sebelum mengambil keputusan untuk membeli (bertransaksi) adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk mengantisipasi kekecewaan, dirugikan, apalagi merasa tertipu.

Kata-kata diatas mungkin adalah sebuah pelajaran yang saya dapatkan dari kejadian yang saya alami. Saya telah tertipu dari iklan yang diterbitkan oleh salah satu koran! Membeli karena harganya cukup kompetitif, trus karena udah keburu nafsu, trus ya di transfer deh tu duitnya. Ternyata oh ternyata, ketika saya datangi alamat si pengiklan (penjual) tersebut, alamatnya adalah fiktif. Dengan segera saya menghubungi nomor telp si penjual, ternyata dia dengan cepat juga dia telah me-non aktifkan nomornya 🙁

Mungkin banyak orang yang mengalami kejadian yang tidak enak seperti ini. Maka dari itu, pelajaran yang sangat berharganya adalah mengendalikan diri sebelum bertransaksi. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Cek kembali mengenai hal-hal atau informasi yang berhubungan dengan objek (barang) yang akan kita beli. Apakah bagus? Apakah barangnya dalam keadaan lengkap? Dan yang terpenting, apakah barangnya benar-benar ada? Apalagi jika kamu ingin membeli barang secara langsung (hanya lewat iklan), akan lebih baik jika kamu cek kembali semua informasi mengenai kebenaran barang yang dijual.

Dari kejadian ini, menyadarkan saya tentang suatu hal yang menjadi kendala dalam berjualan secara online. Ini berhubung saya baru belajar buka toko online, hikmah dari hal yang saya alami mungkin hal-hal seperti ini. Kejadian yang saya alami ini telah sedikit banyaknya menjadi sebuah ketakutan dari pihak konsumen. Tapi di sisi lain, inilah yang menjadi salah satu tantangan untuk berjualan secara online. Yaitu membangun (dan juga menjaga) kepercayaan. Apalagi barang-barang yang saya jual harganya relatif mahal, tentunya masalah kelengkapan informasi serta kepercayaan adalah salah satu hal yang menjadi fondasi utama untuk mendapatkan kredibilitas. Istilahnya adalah untuk menepis anggapan beli kucing dalam karung.

Sekali lagi saya mengingatkan, kendalikan diri sebelum membeli!. Jangan keburu nafsu, atau cepat-cepat mengambil keputusan. Cek dengan teliti mengenai kondisi serta kelengkapan dari barang yang ingin anda beli, jangan cepat tergiur dengan barang yang harganya relatif murah. Hati-hati dengan iklan-iklan di koran! Terutama yang menjual barang-barang yang sebenarnya relatif mahal, tapi dijual dengan harga yang cukup murah.

About Andy Febrian 532 Articles

Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*