Ini nih enak & nggak enaknya pakai Vespa

Enak dan nggak enaknya pakai VespaVespa yang memiliki perusahaan induk bernama Piaggio memiliki penggemar dan juga komunitas tersendiri. Bahkan dari dulu sampai sekarang, komunitas Vespa setiap daerah di Indonesia tetap eksis sampai sekarang. Meskipun trend kendaraan roda dua yang berjenis skuter ini tidak setenar beberapa tahun ke belakang, tapi bagi pemilik kendaraan ini, Vespa tetap memiliki nilai tersendiri bagi mereka.

Saya pribadi baru kenal akrab hingga intim merasa sejiwa dengan Vespa sejak 14 tahun yang lalu. Dari pertama jamannya kuliah (meskipun ujung-ujungnya kena DO), sampai sekarang, Vespa tetap memberikan nilai tersendiri bagi saya. Terutama Vespa Classic. Yang jelas bukan yang skutik lho ya. Meskipun kalau dibandingkan dengan kendaraan roda dua yang banyak beredar di jalanan sekarang ini jauh berbeda, apalagi kalau dibandingkan sama motor matic, rasa repot dari pengoperasian Vespa itulah yang justru membuat saya merasa nyess kalo naik Vespa.

Oks, cuma sekedar berbagi pengalaman aja. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan Vespa Klasik.

Keuntungan menggunakan Vespa Klasik :

1. Di lirik semua orang

Kemanapun anda berjalan, semua mata yang berada di sekeliling anda akan melirik pada anda (sebenarnya sih sama Vespanya). Apalagi jika anda menggunakan Vespa Klasik yang kinclong, bersih, dan terawat. Meskipun style anda di atas Vespa apa adanya, tapi bagi mereka yang mengerti, mereka akan menganggap anda memiliki sifat yang unik, artistik, atau bisa juga di anggap berselera tinggi.

2. Jadi sering senyum dan bertegur sapa di jalanan

Seperti yang saya tulis di atas, bahwa Vespa memiliki klub yang sangat kuat. Bahkan, sekalipun anda tidak aktif atau merasa kenal dengan mereka, jangan sungkan untuk menyapa mereka kalau ketemu di jalan. Atau bisa jadi, mereka yang akan menyapa anda duluan. So, ketika anda di sapa, mau nggak mau harus menyapa kembali dengan senyuman kann.

3. Tidak merasa sendirian

Vespa Klasik memang kalah jauh jika dibandingkan dengan motor-motor yang ada di jalanan sekarang ini. Di saat anda merasa sedang apes atau sial karena Vespa anda mogok, jika anda memiliki sedikit keberuntungan, maka akan ada seseorang diantara pengguna Vespa yang kebetulan lewat di jalan segera berhenti dan menghampiri anda untuk ikut serta membantu mengatasi masalah Vespa anda yang lagi mogok. Bagi anda yang pernah merasakan hal ini, itulah satu hal yang mungkin membuat anda merasa salut terhadap pengguna Vespa. Tapi bagi yang belum pernah merasakan, ya berarti anda belum beruntung.

4. Aman

Nah ini dia, beda halnya jika anda menggunakan motor-motor terbaru saat ini jika dibandingkan dengan Vespa. Saya kadang-kadang adalah seorang yang pelupa, kalau sudah akut, saya seringkali lupa untuk mencabut kunci Vespa saya sewaktu di parkiran. Ternyata, Alhamdulillah aman jaya sentosa. Ketika saya balik baru nyadar kalo kuncinya masih kegantung di Vespa. Dan beberapa kali pengalaman saya jatuh dari Vespa, asalkan posisi kaki anda merapat, Insya Allah anda tidak akan terluka dengan keadaan yang parah. Karena bagian deck depan & kap body samping Vespa akan melindungi anda dari gesekan aspal ataupun bebatuan ketika terjatuh. Dan…, satu lagi nih. Jarang di tilang. Asalkan jangan pas ada razia resmi aja. Namun sebaiknya, tetap bawa kelengkapan surat-surat & menggunakan helm ya supaya nggak kena tilang sama Polantas. So, gimana gak aman coba….

Ini nggak enaknya naik Vespa Klasik :

1. Harus berani kotor

Seperti kata salah satu mekanik saya yang sekarang sudah tiada & beliau banyak sekali memberikan saya ilmu tentang Vespa. Ternyata kalo di pikir-pikir ada betulnya juga kata beliau, “Kalo pake Vespa, lu kudu berani kotor..”. Ini pada konteksnya adalah ketika Vespa anda mogok. Misalnya bensinnya banjir, karburator tersumbat sehingga Vespa nggak mau hidup, atau cable kopling / gigi putus, dalam kondisi tersebut mau nggak mau anda harus berani kotor untuk memeriksa dan memperbaiki permasalahan tersebut. Udah dandan keren-keren, taunya Vespa mogok, jadi bau bensin / oli deh tuh tangan.

2. Repot

Kopling dan cara memindahkan gigi yang mengandalkan tangan kiri kadang-kadang suka bikin repot. Apalagi kalau macet, stelan kopling agak keras pula. Itu derita lo dahh.. Selain itu, cara serta proses dalam memperbaiki Vespa juga cukup repot. Karena rata-rata dari setiap kerusakan anda harus melakukan pembongkaran. Ya.. minimal buka kap mesin & busi lah.

3.  Kadang-kadang di ejek orang.

Kalau poin pertama dari keuntungan menggunakan Vespa yang saya tulis di atas sering di lirik orang, tapi jangan salah. Ternyata terkadang di balik itu juga banyak yang mencemooh anda. Terutama jika anda menggunakan Vespa dengan modifikasi free style alias gajebo (gak jelas modif-nya bo’). Yahh, itu lah faktanya. Meskipun bagi anda itu adalah seni, tapi bagi mereka, belum tentu.

4. Berisik

Kalo berisik sih nggak selalu ya, tapi tergantung bagaimana cara anda memanjakan si Semok. Tapi sudah menjadi cirri khas Vespa adalah berisik. Kalau nggak suara knalpotnya, yang pastinya suara pindah gigi-nya. Jadi ketika kita melewati gang sempit, apalagi kalo malem-malem, gemanya akan membuat suara indah nguk-nguk-nguk-nguk…, yang kata orang-orang adalah berisik.

Itulah dia enak dan tidak enaknya pakai Vespa versi saya.

Penasaran sama metamorfosa Vespa dari dulu sampai sekarang? Silahkan buffer Video Vespalogy di bawah..

Sumber gambar : wallpaperzones

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*