Hal unik ketika anak-anak berpuasa

Puasa di bulan Ramadhan wajib hukumnya, apalagi jika seseorang masih (tergolong) mampu untuk melaksanakan ibadah puasa. Seperti firman Allah :

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertakwa” (surat Al-Baqarah: 183)

Salah satu ayat di atas adalah firman Allah yang menjelaskan bahwa puasa itu wajib hukumnya di bulan Ramadhan. Dan ayat di atas hanyalah untuk sekedar feedback aja bagi seorang Andy (atau mungkin) juga anda, karena saat ini hukum puasa sudah wajib untuk dilaksanakan. Tapi dibalik ayat tersebut saya jadi teringat beberapa pengalaman ketika masih kecil dulu, termasuk hal-hal unik yang (menurut) saya seringkali dilakukan oleh anak-anak yang menjalani puasa. Apa itu?

Sebenarnya umum sih, tapi sadar atau tidak, memang itulah tabiat anak-anak. Selain dalam dunianya yang ada hanya bermain dan senang-senang, tetapi sebenarnya mereka secara tidak langsung selalu mencoba untuk mengeluarkan hal-hal yang menurut mereka membelenggu/menyiksa. Ini terinspirasi ketika saya selalu memperhatikan seorang keponakan saya selama beberapa hari ini, pastinya ya ketika bulan puasa. Ketika terik matahari panas menyengat, dia selalu membasahi kepalanya. Hehe, menurut saya itu adalah strategi untuk mengatasi keringnya tenggorokan mereka karena harus menahan haus hingga waktunya minum waktu buka puasa.

Membasahi kepala, muka, lalu mengeringkan rambutnya dengan tangan sambil menjilati air disekitar bibirnya.

Saya hanya bisa tersenyum kecil ketika melihat dia melakukan hal tersebut. Mau marahin, takut tersinggung. Maka jalan terbaiknya adalah saya membiarkannya beberapa waktu hingga ada waktu yang tepat untuk memberikan nasihat. Meskipun begitu, setidaknya saya telah melatihnya untuk berpuasa, dan tentunya saya pun harus menghargai perjuangannya untuk berpuasa hingga bedug maghrib. Karena saya sadar, dan bahkan pernah mengalami hal unik tersebut. Bahkan, hal unik/lucu lainnya, ketika saya (kalau nggak salah) masih kelas 2 SD, saya pernah makan 1 buah jeruk utuh (tanpa dipotong-potong) karena rasa haus yang luar biasa. Akhirnya ketahuan juga sih sama alm nenek saya, karena tangan & nafas saya bau jeruk :mrgreen:

Jika anda mengalami hal yang sama seperti saya, itu toh wajar. Karena jika dipahami kembali, di balik semua itu sebenarnya anak-anak telah belajar untuk survive dalam perjalanan dari awal religi-nya untuk bertakwa kepadaNya.

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*