Geliat Pertumbuhan dan Resiko Manipulasi Bisnis Online di Indonesia

Siapa sih yang tidak mau mempunyai suatu usaha atau bisnis, terlebih di masa yang kompleks seperti saat ini. Sebagian besar orang pasti menginginkan kehidupan yang layak di tengah jaman yang multikultural, hi-tech serta tuntutan hidup yang tinggi. Oleh karena itu, banyak orang yang mencoba peruntungannya dengan menjalankan suatu usaha / bisnis baik secara konvensional maupun online. Bisnis online, itulah kata yang beberapa tahun belakangan ini terus terdengar dan menarik minat banyak orang untuk mencoba peluang yang ada. Lalu apakah ada latar belakang yang mendorong banyak orang untuk melakukan hal ini? Jawabannya Ya. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit opini mengenai bisnis online di Indonesia, baik pertumbuhannya maupun kemungkinan resiko yang ada.

Bisnis online pada dasarnya muncul ketika masyarakat Indonesia mulai mengenal dunia internet, dan berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pertumbuhan pengguna internet di Indonesia terus meningkat dengan pesat. Mulai dari 20 juta pada 2007, hingga 63 juta orang di tahun 2012. Yang menunjukkan adanya peningkatan sebesar 315% dalam kurun waktu 5 tahun. Berikut gambarnya:

Data Pengguna Internet di Indonesia

Dari sini, dapat terlihat bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap penggunaan internet cukup tinggi, terlebih dengan tambah majunya teknologi. Seperti smartphone yang tentunya akan lebih meningkatkan jumlah pengguna internet di Indonesia. Dengan latar belakang ini, otomatis akan tercipta “pasar” dimana akan muncul demand dan supply. Bagi kita yang jeli melihat peluang tersebut, tentu akan berusaha menggunakan kesempatan yang ada dengan memulai suatu bisnis online yang didirikan sebagai jawaban dari permintaan pengguna internet / konsumen di Indonesia.

Oleh karena itu, sekarang kita dapat melihat tumbuhnya berbagai macam bisnis online di Indonesia, baik yang dibuat secara perorangan maupun yang berbadan hukum. Seperti yang kita ketahui, bisnis online ini dapat dilakukan oleh siapapun, tanpa biaya yang besar dan tidak terbatas oleh dimensi ruang ataupun jarak. Sehingga pelaku bisnis bisa mengembangkan dan menjangkau target pasar seluas-luasnya. Dengan situasi dan kondisi seperti ini, perkembangan bisnis online atau yang lebih dikenal dengan e-commerce juga akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dari semua data dan cerita diatas, kita dapat melihat kalau bisnis e-commerce akan terus menggeliat di Indonesia dalam arti yang positif.  Bercermin dari fakta tersebut, para pelaku bisnis atau bagi kita yang mau memulai usaha ini harus menyadari bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

1. Internet (Speed)

Perlu kita sadari kalau koneksi internet di Indonesia termasuk kategori lambat jika dibandingkan dengan Negara lain. Sebagai konsumen layanan internet, saya pun sering mengalaminya, dan bahkan mendambakan internet yang cepat dan stabil. Jadi dengan fakta ini, maka pelaku bisnis pun harus menyesuaikan dengan kemampuan internet di Indonesia, salah satunya bisa dimulai dengan membuat website yang cepat, ringan dan user friendly. Sehingga konsumen tidak bosan menunggu, bingung dengan tampilan, juga mudah menjelajahi website.

2. Kebiasaan (Behavior)

Kita harus mengakui bahwa ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak umum dengan aktifitas di internet. Terlebih untuk melakukan transaksi online. Jadi diperlukan peran aktif pelaku bisnis untuk mengedukasi masyarakat sehingga lebih mengetahui dan terbiasa dengan aktifitas ini. Edukasi ini memang bukan hal yang mudah, namun seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia akan terbiasa dengan dunia internet / maya ini berikut aktifitas didalamnya.

3. Kepercayaan (Trust)

Ini adalah hal yang terpenting dan menjadi tantangan terbesar bagi pelaku bisnis online. “Trust”, kata ini merupakan kata sakti yang bisa meningkatkan omzet pelaku bisnis online jika sudah mendapat predikat tersebut dimata konsumennya. Namun bagi pemula, usaha untuk mendapatkan kepercayaan ini akan menjadi tantangan besar. Karena masih banyaknya masyarakat di Indonesia yang belum terbiasa dengan model bisnis ini, terlebih tidak adanya toko fisik dan produk yang dapat dilihat secara langsung. Hal ini akan membuat pelaku bisnis online cukup tertantang dan kesulitan mengubah pandangan, juga image pengunjung untuk percaya hingga akhirnya bisa menjadi konsumennya.

Dengan dasar tiga faktor diatas, maka kita dapat mengambil salah satu contoh bidang bisnis online yang memang sedang tumbuh pesat beberapa tahun belakangan ini, namun juga mempunyai tantangan tersendiri dalam hal “trust” tersebut. Bisnis tersebut adalah jasa pemesanan tiket pesawat secara online di Indonesia.

Pemesanan tiket pesawat online memang merupakan hal yang baru bagi sebagian konsumen di Indonesia. Hal ini kembali pada faktor kepercayaan dan prosedurnya itu sendiri. Konsumen cenderung merasa takut atau khawatir dalam melakukan transaksi online. Karena memang hal tersebut belum umum, terlebih untuk tiket pesawat yang dari segi harga tidak bisa dibilang murah. Konsumen masih belum mengetahui tata cara pemesanannya/konsepnya, metode pembayaran, hingga proses untuk mendapatkan tiketnya. Hal inilah yang harus menjadi tugas bagi penyedia layanan di Indonesia, sebut saja Traveloka, utiket, tiket2, dll untuk mensosialisasikan konsep layanannya. Mereka adalah beberapa penyedia jasa yang bermain di bidang pemesanan tiket pesawat online untuk domestik dan luar negeri. Kehadiran mereka mendapat sambutan yang baik dari sebagian konsumen di Indonesia, namun juga tidak sedikit yang meragukannya. Secara garis besar, munculnya perusahaan seperti ini adalah untuk memudahkan konsumen mendapatkan apa yang diinginkannya. Karena dari segi konsep, prosedur, serta harga yang ditawarkan, tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dibandingkan harus memesan tiket seperti biasa.

Karena masih tidak umumnya konsep dan prosedur yang ditawarkan membuat sebagian konsumen takut untuk mencobanya. Ditambah dengan adanya pihak-pihak yang tanpa kita sadari akan memanfaatkan situasi ini untuk keuntungannya sendiri. Karena ditengah meningkatnya brand image dan trust perusahaan tersebut, pasti ada saja pihak yang akan memanfaatkan peluang untuk melakukan tindakan penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Alhasil, akan ada saja pihak-pihak yang dirugikan, baik dari konsumen maupun perusahaan. Tidak heran jika kita kadang mendengar kata Traveloka penipu, tiket2 penipu, penipuan Traveloka, tiket.com penipu, dsb. Tapi apakah mereka memang penipu, dan seperti yang dituduhkan? Untuk mengetahui hal ini, kita sebagai konsumen harus lebih aktif dan cermat dalam memilih dan mempelajari setiap layanan online. Kurangnya pengetahuan konsumen akan bisnis ini menjadi tantangan berat yang harus dipikul oleh perusahaan online. Besarnya nama brand juga merupakan resiko yang harus dihadapi setiap perusahaan dari pihak yang mengatasnamakan atau memanipulasi nama perusahaan untuk menipu konsumen. Sehingga perlu adanya sosialisasi terus menerus, akan konsep layanannya kepada masyarakat.

Dari segi konsumen, baiknya juga lebih mempelajari dengan detail setiap konsep dan prosedur yang ditawarkan oleh perusahaan online yang menjual tiket. Karena pada dasarnya perusahaan ini sudah melakukan kerjasama resmi dengan berbagai pihak maskapai, contohnya Traveloka Citilink partnership program, Air Asia partnership, Tiger Air, Mandala, serta maskapai lainnya. Jadi, dengan sistem partnership ini, akan timbul suatu prosedur yang sudah diatur berdasarkan platform kerjasama, dan dari platform tersebut dibuatlah suatu sistem untuk pemesanan tiket pesawat secara online yang langsung terintegrasi dengan sistem pihak maskapai, sehingga konsumen dapat memesan tiket dengan cepat dan mudah. Tapi bagaimana cara memesan tiketnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut sangat mudah, karena setiap penyedia jasa tiket pesawat online ini pasti menyediakan tata caranya di website mereka. Tetapi kadang kita kurang atau enggan untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Sehingga ketidaktahuan kita bisa menjadi boomerang kedepannya. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita perlu:

a. Cek bentuk layanan dan prosedurnya
b. Alamat jelas bisnisnya
c. Lihat testimoni / review di forum, social media atau website lain
d. Bertanya di forum-forum Indonesia
e. Lihat apakah social medianya aktif atau tidak? (Facebook dan Twitter)

Dari poin diatas, kita bisa tentukan apakah mereka memang memberikan layanan yang benar atau tidak. Jadi teliti sebelum membeli adalah hal yang paling tepat. Dan tidak perlu takut untuk bertransaksi online, karena pada intinya perusahaan online ini hadir untuk memudahkan kita dalam mendapatkan sesuatu. Dan jika memperhatikan hal tersebut, maka kita tidak akan kena tipu, terlebih oleh pihak yang memanipulasi nama perusahaan untuk keuntungannya sendiri.

Picture Source : APJII

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*