Gambar seram pada bungus rokok, “Sadis tapi ironis..”

Bagi kamu yang perokok pastinya sudah pada tahu kan gimana kan gambar seram pada bungkus rokok yang ada di jual di pasaran. Gambar seram tersebut ternyata perlahan mulai mendoktrin otak saya untuk berhenti (meskipun rasanya berat) merokok. Dan ternyata susah, akhirnya mencoba berbagai cara untuk mengelabuhi pikiran dengan cara membuka kotak rokok sambil merem. Alhasil, rasanya tetap kurang nikmat. Karena sekali atau dua kali saya bisa melakukan itu. Tapi tidak ketika saya membuka batang demi batang selanjutnya yang akan saya hisap.

Peraturan pemerintah mengenai gambar bahaya merokok No.109/2012 kaya’nya ekstrem. Tapi itulah dia maksud saya pada postingan kali ini. Walaupun otak akan terintimidasi ketika akan merokok, selalu ada-ada saja cara yang saya lakukan. Misalnya seperti yang saya tulis di atas, atau mengganti kemasan rokok dengan kemasan yang terlihat lebih sederhana.

Saya sadar bahwa lima macam gambar seram pada kemasan rokok yang ada sebenarnya untuk mensosialisasikan sekaligus menggambarkan bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan. Gambar kanker paru-paru, kanker tenggorokan, kanker mulut, merokok membahayakan bagi anak-anak, kemudian satu lagi adalah gambar merokok membunuhmu. Tapi ironisnya, saya tetap menghambur-hamburkan uang untuk membeli rokok dan merusak kesehatan saya dengan merokok. So, I think have something about this matter!

Tidak satu jalan menuju Roma, mungkin seperti itulah saya, dan mungkin juga termasuk para perokok lainnya. Ibaratnya, ketika seseorang telah merasakan KANGEN, apapun akan dilakukannya untuk melepas KANGEN tersebut. Ironis kan?!

Seperti salah satu brand rokok yang setiap harinya menjadi teman saya. Menjual rokok + tempat rokok yang terlihat sederhana tapi nggak malu-maluin kalo di bawa. Apakah itu sebagai salah satu strateginya untuk bisa menggenjot penjualannya di tengah-tengah sosialisasi pemerintah terhadap bahaya merokok?! Atau memang menjadi salah satu solusi bagi para konsumen mereka yang ngeri terhadap gambar-gambar seram di bungkus rokok?! Atau memang cuma produk limited edition?!

Gambar seram pada bungus rokok

Nggak tahu deh saya tentang jawaban di atas. Yang jelas strategi Sampoerna dengan membuat kemasan rokok tersebut menjadi solusi paling jitu buat para perokok. Khususnya bagi mereka yang setia terhadap rokok Mild.

Pembeli : “Bang, beli rokok yang nggak ada gambar seramnya ya bang”.
Penjual : “Waduh nggak ada Mas..”.
Pembeli : “Oh, ya udah gak apa-apa deh bang. Biar saya pindahin ke kotak rokok saya aja..”
(Pembeli & Penjual akhirnya deal dan tetap terjadi transaksi).

Kesimpulannya, sesadis-sadisnya gambar rokok hasilnya akan tetap ironis. Sebagian orang sudah mengerti bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan, tapi ironisnya rokok tetap laku di pasaran. Malahan, para perokok akan mencari cara lain untuk mengalihkan fikiran dari gambar-gambar yang ada pada setiap kemasan rokok yang di jual di pasaran.

Bukannya saya menentang niat baik pemerintah untuk mensosialisasikan dan menggambarkan bahaya merokok lho ya. Nggak tahu deh gimana nantinya. Apakah saya juga akhirnya bisa mengurangi merokok, sampai berhenti merokok. Biarkan waktu yang menjawab.

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*