Fakta yang terjadi setelah menjadi seorang Ayah / Bunda

Ini dia rasanya menjadi orang tuaMemiliki momongan kemudian bertanggung jawab untuk merawat dan membesarkannya hingga dewasa adalah sebuah kewajiban bagi orang tua. Penuh kasih sayang dan keikhlasan akan mengalir apa adanya, tanpa keterpaksaan atau hal-hal lainnya yang mau tidak mau harus mengesampingkan rasa egois demi memberikan yang terbaik untuk si buah hati.

Mengenai masalah gimana rasanya menjadi orang tua ini tidak sengaja terfikirkan oleh saya. Awalnya tadi, sewaktu ngobrol-ngobrol dengan istri dan ternyata dia membicarakan mengenai beberapa perubahan yang terjadi pada dirinya (juga saya) sejak punya baby. Dari pertama rasanya menjadi ibu hamil sampai sekarang, banyak hal lucu dan indah yang terjadi. Sekedar buat berbagi, atau yang lagi pengen tahu gimana sih rasanya kalau sudah punya anak? Ini dia beberapa hal mengenai bagaimana rasanya menjadi orang tua.

1. Frekuensi tidur menjadi berkurang

Sejak persalinan, mau tidak mau anda harus bisa mengatur waktu untuk tidur. si kecil tiba-tiba ngompol, pup, nangis, atau harus menyusui adalah hal umum yang harus dijalani oleh pasangan yang baru saja memiliki momongan.

2. Skala prioritas akan berubah

Ini sepertinya akan dialami oleh para Bunda. Yang biasanya suka aktif kesana-sini untuk beraktivitas atau sudah rutinitas, ternyata anda harus belajar merubah hal-hal utama yang seharusnya anda lakukan saat memiliki baby. Karena secara otomatis, setiap saat dan dimanapun anda berada, anda pasti teringat sama si kecil. Sedangkan bagi yang tetap menjalankan pekerjaannya di luar rumah, biasanya anda cenderung lebih ingin segera pulang untuk bertemu si kecil. Malahan, terkadang anda harus menolak saudara atau teman yang ingin mengajak anda melakukan suatu hal cuma karena alasan, “Aduh, trus anak saya gimana?”, atau “Anak saya masih kecil dan nggak bisa ditinggal?”.

3. Menjadi lebih aktif

Yup, ketika si kecil sudah memasuki masa-masa aktif, mau tidak mau anda harus ikutan aktif juga. Karena akan berbahaya jika anda membiarkannya begitu saja tanpa memperhatikan apa yang sedang dia kerjakan. Minimal, anda akan lebih sering berlari kesana-sini demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sama si kecil. Karena perhatian dan pengawasan sangat penting pada saat masa perkembangannya.

4. Pintar mengarang cerita

Maksud mengarang disini bukanlah berbohong, tapi ya mengarang sebuah cerita atau makna yang kira-kira akan disampaikan pada si kecil dengan arti dan bahasa yang tepat. Karena sudah menjadi sifat anak kecil yang bawaan atau rasa ingin tahunya sangat tinggi. Dan kalau salah-salah ngasih jawaban, itu sangat fatal. Secara, anak jaman sekarang bukanlah seperti jaman dulu lagi yang bisa dengan gampang dikelabuhi dengan sebuah cerita sederhana. Tapi anak jaman sekarang itu sudah sangat-sangat kritis pemikirannya.

5. Emosi tidak stabil

Kalau ingat poin ini saya jadi ketawa sendiri. Teringat akan sebuah pepatah yang mengatakan tentang Hukum Karma. Ya, pincuran air nggak bakalan jauh jatuhnya dari atap. Istilahnya anak adalah cerminan kita waktu kecil. Dulu saya kesel banget kalo liat ibu-ibu ngomong menggunakan nada yang tinggi atau teriak-teriak sama anaknya, dan sekarang, menjadi sebuah realita. Kalau memiliki anak yang aktif dan cenderung agak bandel, siap-siap untuk pintar-pintar mengendalikan emosi. Karena sekalipun dia kecil, tapi jangan salah. Si kecil sewaktu-waktu bisa saja meledakkan emosi anda dengan berbagai cara atau tingkahnya yang bikin emosi. “Adeekkkkkkkkkk, kok hp Papa di banting sih!!!”, “Jangan suka gigit Nakkk, itu sakitttt!!”. Hahah, saya berani pastikan bahwa anda akan mengalaminya.

6. Menjadi berhemat

Saat si buah hati ada di tengah-tengah anda, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhannya, baik itu makan, pakaian, kenyamanan, keamanan, serta masa depan. Tidak peduli kondisi finansial anda pas-pasan atau lebih dari cukup, secara perlahan dan otomatis anda akan berubah menjadi lebih berhemat. Dimana uang yang disimpan bermaksud untuk dapat digunakan nantinya demi keperluan mendesak, termasuk untuk si buah hati.

Itulah dia, 6 hal yang akan dialami pasangan setelah memiliki anak versi saya. Bisa jadi ini akan berbeda-beda, tapi gambarannya nggak akan jauh dari poin-poin di atas. Ada yang mau menambahkan? Silahkan.. 🙂

About Andy Febrian 532 Articles

Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*