Dahsyatnya ilmu ‘pura-pura bodoh’

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang sempurna. Memiliki mata, hidung, mulut, telinga, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya yang memiliki fungsinya masing-masing. Namun faktanya, ternyata tidak sedikit yang melewati hal-hal yang sebenarnya dapat menjadi sebuah pelajaran berharga. Misalnya, ketika kita berhadapan dengan seorang yang (mungkin) dapat memberikan kita banyak pelajaran, kita melakukan hal sebaliknya. Yup, yaitu dengan selalu berbicara dengan bualan-bualan yang sekiranya berhubungan dengan konteks pembicaraan.

Semoga sedikit gambaran di atas dapat anda cerna dengan baik. Kalau belum, jika berkenan silahkan baca sekali lagi. Kalau belum juga mengerti, berarti cara penulisan saya yang masih katro alias tidak mudah dimengerti. Atau mungkin, anda yang berpura-pura bodoh. Well, that’s it..!

Itulah menurut saya dahsyatnya ilmu belagak bodoh alias pura-pura bodoh

Bagaikan air di lautan, jika di isi, pertambahan airnya tidak akan terlihat. Mungkin hanya ombak yang bisa memperlihatkan seberapa besarnya kapasitas air yang ada di sekitarnya. Atau mungkin sama halnya dengan anak kecil. Mungkin sudah menjadi hal umum dari sifat seorang anak kecil, selalu bertanya dan bertanya. Jika anda memiliki seorang anak yang usianya masih dalam tahap pertumbuhan, atau mungkin anda terbiasa bergaul dengan anak kecil, maka anda harus berada pada posisi yang pintar. Itulah ibarat gambaran ombak dari lautan yang saya katakan di atas. Namun ada kalanya ketika anda harus menjadi seorang yang merasa bodoh saat bersama anak kecil. Apa itu?!? Ketika dia bertanya tentang apa yang dilihatnya namun anda sesungguhnya tidak melihatnya. Yup, percaya atau tidak, mereka dapat melihat hal-hal yang sebenarnya tidak dapat kita lihat secara kasat mata. Karena itulah kita terlihat seperti orang bodoh. Dan bagi anda telah mengetahui hal (apa yang sebenarnya di lihat oleh anak kecil) tersebut, maka anda harus menjadi seorang yang berpura-pura bodoh.

Tidak tahu, tahu, dan paham memiliki makna yang jauh berbeda. Yang menjadi pembeda adalah, berada di level apakah anda saat itu. Tidak tahu, tahu, atau benar-benar memahami?

So, untuk mendapatkan pelajaran/ilmu yang ingin anda dapatkan tidak ada salahnya mengalah untuk menang. Mungkin bersikap pura-pura bodoh dengan cara selalu bertanya akan membuat anda terlihat seperti orang yang tidak tahu apa-apa, tapi jangan salah, karena anda akan mendapatkan hal-hal yang tidak anda ketahui secara detail dari orang-orang yang tidak pernah anda sangka-sangka. Dahsyatnya, it’s free! Ya, dengan cara cuma-cuma / gratis.

Ada saatnya menjadi pendengar, dan ada saatnya menjadi pembicara. Dalam hal ini bukannya harus menghilangkan take anda give lho ya. Saling memberi dan menerima adalah suatu cara untuk mendapatkan sesuatu. Namun dalam situasi tertentu, mungkin adakalanya anda harus mengesampingkan hal tersebut.

Terlihat seperti orang bodoh tidak akan membuat anda mati,
Membiarkan diri anda seperti orang bodohpun tidak akan menghilangkan nyawa anda.
Asalkan, anda berhasil mendapatkan apa yang seharusnya anda dapatkan,
Bukan menjadikan diri anda terlihat sebagai sosok yang benar-benar bodoh.

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. 3 Alasan Klasik untuk memulai pendekatan sama si dia | andifebrian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*