Belajar untuk memaafkan

Mungkin anda pernah mendapatkan sebuah ucapan atau perlakuan yang seharusnya tidak anda terima, karena kesal, salah paham, atau bisa jadi ada pihak lain yang mencoba mengadu domba antara anda dengan teman anda, sehingga anda akan merasa tidak senang, marah, atau dendam dengan seseorang. Setiap kebaikan belum tentu terbalas oleh kebaikan juga, bisa jadi kebaikan yang telah anda lakukan berkemungkinan akan terbalas oleh hal-hal yang tidak diinginkan. Semua kemungkinan bisa saja terjadi dalam kehidupan ini, “Apa sih yang nggak mungkin?!”. Meskipun kita tidak pernah menduga apalagi berpikiran mendapatkan yang tidak diinginkan.

Fenomena yang terjadi adalah terkadang kita merasakan betapa sulitnya untuk meminta maaf ataupun memaafkan. Hati seolah-olah telah tertutup untuk menerima kembali keadaan seperti sebelumnya, dan akhirnya semua itu akan menjadi sebuah dendam yang tidak ada ujungnya. Posisi tersebut akan membuat kita semakin sakit, sakit pikiran, sakit hati, yang akhirnya justru berdampak pada kondisi diri kita. Dengan keadaan seperti itu tentu kita mengetahui bahwa sungguh tidak nyaman dan juga hanya menambah kegelisahan, apalagi jika anda adalah seseorang yang memiliki karakter sensitif atau seorang yang pemikir, pasti anda akan merasa tidak nyaman dan kejadian yang sedang anda alami akan selalu terfikirkan.

Anda bisa membayangkan, seandainya kita semua bisa belajar untuk memaafkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan, tentu dapat meminimalkan kejadian-kejadian yang sering terjadi disekitar kita. Membudayakan sikap sportif, berjiwa besar, serta memahami keadaan kita sebagai manusia yang tidak jauh dari salah dan khilaf. Dengan teman, saudara, ataupun orang lain yang tidak dikenal. Belajar untuk dapat memaafkan, selain harus dengan berjiwa besar menurut saya pribadi dapat dimulai dengan mengingat kembali terhadap semua hal yang pernah dilakukan terhadap anda. Cobalah untuk mengingat kebaikan atau bantuan yang pernah dilakukan pada anda, karena jika anda hanya mengingat kesalahan yang telah diperbuat, itu akan menambah kekesalan dalam diri anda. Jika mungkin anda mendapatkan perlakuan dari orang tidak dikenal, stay to positive thinking. Bisa jadi orang tersebut lagi ada masalah sehingga diri anda menjadi korban, atau bisa jadi mungkin tidak sengaja melakukan hal yang membuat anda ‘naik pitam’. Dengan berfikir positif, kita dapat mengendalikan pikiran serta rasional sehingga secara tidak langsung anda dapat menjaga ucapan, sikap dan tindakan. Jika tidak satupun dapat dirasionalkan, “Asal dia nggak nyolek kuping kita lebih baik lupakan saja hal itu”.

Jangankan orang lain, kita pribadi saja mungkin banyak melakukan kesalahan dengan teman-teman atau mungkin orang lain. Bukankah kita merindukan kedamaian?!

Jika anda saat ini merasa sulit untuk memaafkan seseorang atau memiliki sebuah dendam kesumat, dengan mencoba untuk belajar untuk memaafkan, secara perlahan yakinlah anda bisa menghilangkan perasaan tersebut. Yang dahsyat-nya, ketika anda berhasil menerapkan hal ini, hidup akan terasa lebih lapang dan indah.


About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*