Belajar Kehidupan dari Jam Dinding

Sebenarnya bukan hanya jam dinding, namun jam yang ada secara keseluruhan. Tapi karena setiap detak jam dinding seakan nyaring terdengar di gendang telinga saat kesunyian malam mulai datang, wajar bila kita belajar untuk menghargainya. Bukan suara detaknya, bukan nada dari setiap jam yang tlah berlalu, dan juga bukan karena bentuknya yang indah saat terpajang di dinding. Melainkan ia selalu memberikan pertanda, atau perputaran waktu setiap menit, jam, hingga siang dan malam terus bergulir.

Memaknai kehidupan dari jam dinding. Cukup tepat rasanya jika itu adalah judul sepenggal coretan yang bisa dijadikan tambahan dari cerita inspiratif bagi saya. Mungkin ada yang baru tersadar, atau bisa juga belum tersadar dari kenyataan yang sedang berlangsung di hadapan. Intinya, sudahkah kita mencoba untuk seirama bersama setiap detak yang menandakan detik demi detik telah berlalu?

Saya baru saja mendapatkan sepenggal kata-kata yang sangat sederhana, tapi benar-benar membuat saya merasa tertampar keras. Meskipun rasanya saya selalu memanfaatkan setiap waktu yang berjalan, so tetap saja merasakan jauh dari hasil yang diinginkan.

belajar kehidupan dari jam dinding

Yang terpenting, tetap positif thinking, optimis, berusaha dengan maksimal yang diiringin dengan doa tanpa henti. Yup, mencoba untuk seirama dengan berputarnya waktu 🙂

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*