Baca, saring, dan jangan terprovokasi!

Sebelumnya, tiga kata di atas adalah suatu cara yang bisa menjaga bagaimana agar fikiran kita menjadi tetap jernih, atau tidak mudah terdoktrin oleh informasi-informasi yang kita dapatkan. Baca, bacalah segala sesuatu (yang kita baca) sambil di maknai. Saring, ambillah sisi positif yang sekiranya bisa menjadi sebuah ilmu ataupun wawasan bagi kita. Sedangkan masalah ‘jangan terprovokasi’ adalah, jangan mudah terpengaruh, terpancing, atau justru emosi ketika kita sedang membaca informasi apapun itu, baik berita yang kesannya menjelek-jelekkan, menghina, atau bahkan mengkutuk!

Tulisan di atas yang saya sampaikan adalah karena kita tidak bisa mengelakkan, bahwa dunia maya sangat luas dan tak berbatas. Selain itu, saya disini mencoba untuk mengingatkan jika mungkin seandainya kamu haus informasi, sehingga harus browsing sini browsing sana, dan ujung-ujungnya yang di dapatkan sebuah kesimpulan yang membuat kamu tambah bingung. Kalo tambah bingung sih itu mending, tapi kalau kamu malah emosi gimana?! Kan nggak lucu!!

Baca, saring, dan jangan terprovokasi ini adalah sebuah cara yang saya terapkan jika sedang browsing untuk mencari sebuah informasi sebagai penambah pengetahuan ataupun wawasan saya (meskipun saya yakin banyak juga orang yang menerapkan cara tersebut). Terutama sekali saat-saat sekarang ini, dimana beberapa isu yang sebelumnya sempat membuat kita geleng-geleng, ataupun jika mungkin ada lainnya yang kamu temukan.

Saya sebagai blogger kere berharap kamu bisa mengerti opini saya tentang baca, saring, dan jangan mudah terprovokasi! Saya sangat setuju seperti kata Bapak blogger kita. Tapi perlu di garis bawahi, di lain sisi bukannya kita hanya bisa diam atau terkesan takut! Namun mencoba sadar kembali, bahwa masih banyak hal lain yang harus kita kerjakan dan kita benahi, terutama merubah bagaimana agar kita menjadi lebih baik, lebih baik, dan menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

Tidak ada seorangpun yang penakut di dunia ini. Saya teringat dengan kisah kucing putih saya yang memberikan pelajaran berharga. Jika di ibaratkan sebagai kucing, kalo disakiti pemiliknya/orang lain, kita pasti melawan. So, sederhananya seperti istilah yang saya dapatkan dari kerasnya jalanan, kita bukanlah seorang pembeli! Tapi kalo ada orang yang nge-jual, kita beli! Ok pren.. 😉

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

1 Comment on Baca, saring, dan jangan terprovokasi!

  1. kalo kita menemukan situs nakal diweb trs gmn,kmn kita kalo mngadukan,soalny penglmn sy transaksi di

      www . discountelektronik . com

    mlh berbau penipuan,kt dah tranfr senilai harga produk tp ujungny dngn alasn ini itu kita hrs trnfr lg & lg akhrny brng g nyampe2

    @Wars : Penipuan emang banyak macammnya Mas, teliti kembali sebelum mengambil keputusan. Sebelum membeli, pastikan bahwa toko tempat kita membeli apakah trusted online shop atau bukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*