5 Pantangan ketika lagi pdkt dengan seseorang

Rasa cinta datang secara tiba-tiba, dan ketika rasa itu datang, biasanya kita cenderung bersifat ingin memiliki. Sekalipun rasa memiliki memiliki makna yang bersifat universal, tapi itu adalah hal yang biasanya dilakukan oleh seseorang ketika merasakan cinta, terutama bagi mereka yang belum memiliki pasangan. Maka ketika itu terjadi, langkah awal yang harus dilakukan untuk memikat hati seseorang adalah dengan cara melakukan pdkt alias pendekatan. Tapi di balik sebuah rencana pendekatan, tersimpan dua mata pisau yang saling berlawanan. Pisau pertama, itu akan membuat dia benar-benar cinta sama kamu. Sedangkau mata pisau satunya lagi, justru sebaliknya! Dia akan berusaha untuk menjauh dari kehadiran kamu.

Dua mata pisau tersebut selain terjadi karena masalah perasaan seseorang itu sendiri, namun juga dapat terjadi karena faktor x. yaitu illfeel. Untuk mengantisipasi faktor X tersebut, berikut tips pendekatan dengan seseorang, khususnya hal yang tidak boleh dilakukan ketika sedang pdkt dengan seseorang.

– Jangan over stylish

Bertemu dengan orang spesial, maka penampilan harus spesial. Yup, memang benar. Tapi jangan sampai kamu berpakaian yang terkesan over stylish alias berlebihan.

– Jangan suka main mata

Ketika kamu lagi pendekatan dengan seseorang dan sedang berjalan sama si soi, cobalah untuk menjaga mata agar tidak terkesan jelalatan. Ini sebenarnya sepele, tapi jangan salah, mata yang jelalatan biasanya akan menyebabkan si doi kurang merasa di-pentingkan atau diperhatikan.

– Stop membanggakan diri

Tidak salah kalau pepatah lama mengatakan, “Ketika kita berbicara dengan orang sombong, maka kita juga akan sombong”. Hal tersebut secara tidak langsung terjadi karena ketika kamu bicara mengenai sesuatu sama si doi, secara otomatis biasanya doi akan bersikap sama. Sekalipun kamu merasa hebat, cobalah untuk bersikap merendah. Dengan begitu doi akan menilai kamu sebagai sosok yang apa adanya dan akan penasaran untuk melihat kepribadian kamu lebih jauh. Bukan di cap sebagai seseorang yang sombong, atau matre.

– Mampu menjadi pendengar & pembicara yang baik

“Ih, ogah ah! Kapok gw sama dia! Lebay banget orangnya..!”. Nggak enak kan rasanya kalau si doi akhirnya ngomong begitu?! Ya meskipun mungkin si doi hanya bicara seperti itu dalam hati, tapi untuk mengantisipasinya cukup dengan mencoba menjadi seorang pendengar & pembicara yang baik. Adakalanya kamu harus mendengarkan, dan ada juga waktunya saat kamu berbicara. Bukan berarti garing, jayus, apalagi bagaikan seseorang yang selalu pegang microphone alias cerewet. Namun cobalah untuk menjadikan suasana cair, nggak ada perasaan grogi, atau bete waktu itu.

– Hargailah dia sepenuhnya

Ini sebenarnya adalah poin tambahan. Dan poin ini akan menjadi sebuah sinyal kalau si doi ternyata mulai menyambut dan memberikan lampu hijau sama kamu. Hargailah dia. Maksud disini adalah, hargai hal kecil (baik itu sikap ataupun usaha) yang dia lakukan atau berikan ke kamu. Sekalipun kamu nggak suka, first time, cobalah untuk menerimanya. Toh kamu bisa mengatakannya besok-besok bahwa kamu nggak suka dengan hal tersebut.

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Share and Enjoy

About Andy Febrian 531 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. 3 Alasan Klasik untuk memulai pendekatan sama si dia | andifebrian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*