5 Kesalahan Pramuniaga yang bikin ilfeel

Ini berdasarkan pengalaman saat saya menemani istri saya pergi berbelanja di sebuah toko pakaian. Suasana disana (toko di tempat saya berhenti) menurut saya rasanya tidak begitu ramai, berbeda dengan toko sebelah. Saya duduk, menggendong anak saya yang masih batita sambil melihat-lihat barang. Ketika istri saya menanyakan suatu option dari barang yang akan di pilihnya, tiba-tiba terlintas di kepala satu hal yang membuat saya ingin segera menarik tangan istri saya untuk bergegas keluar dari toko tersebut.

Selain pengalaman saya tersebut, saya sendiri juga pernah mengalami hal serupa. Tidak banyak sih pengalaman seperti itu, tapi pernah beberapa kali. Bukan hanya di toko pakaian, tapi toko sepatu, bahkan di sebuah rumah makan siap saji yang cukup ternama.

Mungkin anda berfikir dan bertanya, kenapa saya ingin segera keluar dari tempat tersebut? Sebagai masukan dari saya yang posisinya sebagai konsumen ketika itu, berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh Pramuniaga / pelayan toko terhadap calon pembelinya.

– Tidak ramah

Cemberut, kurang ramah, kurang welcome dengan calon pembeli. Mungkin karena kondisi badan yang kurang sehat, atau ada masalah, banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi memang. Tapi dengan bersikap tersebut akan menjadikan calon konsumen menjadi kehilangan mood. Baik itu mood untuk melihat-lihat, bertanya, apalagi memutuskan untuk melakukan transaksi. Bahkan disini saya pernah mendapatkan pengalaman pahit di sebuah toko sepatu. Tidak besar memang tokonya & berlokasi diantara pertokoan. Ketika saya menanyakan harga dan akhirnya tidak jadi beli, si penjaga toko justru marah-marah dengan nada menggumam. Kesannya memang lucu, sampai-sampai saya tertawa dalam hati setelah keluar dari toko tersebut. Tapi terus terang, saya sangat kesal dan berjanji tidak akan pernah kembali ke toko tersebut meskipun sebenarnya barang yang saya cari ada disana.

– Tidak melayani dengan sepenuh hati

Pembeli adalah Raja. Meskipun istilah dan prinsip tersebut sudah mulai terkikis oleh sebagian kalangan, khususnya yang memberikan prinsip see, take, and deal (self service), tapi bagi saya pribadi masih berlaku. Karena untuk mendapatkan sebuah keputusan pembelian dari seorang pembeli, calon pembeli haruslah merasa diperhatikan dan di bantu. Terlebih ketika calon konsumen terlihat kesulitan dalam mendapatkan barang yang ada di hadapannya. Dalam kondisi tertentu ini terlihat wajar. Toko ramai, keterbatasan personil penjaga toko, atau memang toko tersebut lebih cenderung menerapkan self service. Namun pelayanan adalah hal utama. Dan saya menyadari bahwa saya merasa ingin dilayani dengan sepenuh hati saat ingin menemukan barang yang di cari. Namun fakta yang saya temukan, masih ada yang sering terlupakan oleh mereka, khususnya pemilik ataupun pelayan toko.

– Pelayan Toko Bersifat Attack

Ketika berbelanja, pernahkah anda selalu diikuti oleh penjaga toko? Bahkan ke setiap sudut anda selalu diikutinya saat melihat-lihat barang yang ada. Saya beranggapan ini mungkin adalah karena poin ke-2 di atas. Dimana ingin melayani calon pembeli. Namun dalam kondisi tersebut, ada sebagian orang yang justru tidak nyaman dengan cara tersebut. Selalu diikuti dan terlihat menyerang ke sudut mana saya melangkahkan kaki. Bahkan, saya pribadi merasa bukanlah sebagai calon pembeli, tetapi merasa seperti seorang pencuri yang sedang mencari kesempatan. Hhmm, ini juga bisa menjadi alasan calon pembeli anda segera keluar.

– Pelayan toko asyik mengobrol

Pelayan toko asyik mengobrol dengan temannya sehingga tidak mengabaikan anda saat itu. Ketika anda membutuhkan bantuannya dan ternyata si penjaga toko asyik mengobrol dengan temannya (atau malahan sampai ketawa-tiwi), apa yang akan anda rasakan? Ilfeel, pastinya akan segera meletakkan barang yang sedang anda lihat dan bergegas keluar.

– Kurang luwes

Luwes, pintar negosiasi, fleksible, atau apapun namanya sangat menentukan keputusan bagi calon pembeli. Bagi kalangan menengah ke bawah, harga bersifat sangat sensitif. Calon pembeli akan melakukan perbandingan antara barang yang akan di beli berdasarkan harga. Sekalipun calon pembeli ingin melakukan transaksi namun harga yang di patok terasa agak mahal, bisa jadi transaksi akan batal terjadi saat itu. Apalagi kalau calon pembeli memiliki budget yang pas-pasan, dia akan berfikir seribu kali untuk memutuskan transaksi meskipun sebenarnya uang di kantongnya cukup untuk membayarnya.

Itulah 5 hal yang harus diperhatikan oleh seorang pengusaha. Khususnya pedagang yang memiliki toko, atau bagi anda yang bekerja sebagai pelayan toko. Semoga pengalaman saya di atas bermanfaat untuk dijadikan poin penting bagi anda.

About Andy Febrian 532 Articles
Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Mau belanja Kaos secara Online? Jangan lupakan hal berikut | andifebrian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*