4 Kebiasaan menyebalkan yang sering kita temui

Kebiasaan seseorang akan terbentuk dari proses bagaimana lingkungan intern. Kata bijak yang masih sering kita dengar memang masih berlaku saat ini, “Kecil di paksa sehingga besar terbiasa”. Namun kurangnya rasa peka atau faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi terhadap kebiasaan seseorang. Terutama lingkungan keluarga. Jangan heran bila ada seseorang yang akan menilai kepribadian anda dan mengaitkannya dengan keadaan atau kondisi keluarga anda. Karena memang hal yang paling mendasar dari terbentuknya kebiasaan adalah dari keluarga.

Sewaktu sekolah, Pendidikan Moral Pancasila menurut saya adalah salah satu pelajaran yang sangat penting dan berada di posisi kedua setelah Pendidikan Agama. Karena dengan Pendidikan Moral, kita akan diberikan sebuah gambaran yang secara tidak langsung dapat mengarahkan diri kita ke arah yang positif. Tapi entah karena perubahan zaman, kecanggihan teknologi, atau mungkin adat ketimuran sudah tersingkir karena gaya kebarat-baratan yang sudah cukup mendominasi sekarang ini, manusia jadi kurang peka terhadap pentingnya sebuah Tata Krama atau Sopan Santun.

Fenomena kehidupan sehari-hari menurut saya sangat unik tapi nyebelin, bahkan dari pengalaman demi pengalaman yang saya alami di balik sisi negatif tersebut saya mencoba menejadikannya pelajaran. Baik itu tentang karakter seseorang, psikologis, hingga akhirnya saya bisa memutuskan sendiri, “Orang tersebut bisa dijadikan partner saya, atau sebaliknya?!”.

Pernahkah anda memperhatikan hal-hal kecil namun menjengkelkan yang sering dilakukan oleh teman, atau orang yang baru saja anda kenal tetapi anda menganggap hal yang dilakukannya tersebut mungkin baginya adalah hal yang biasa? Sementara anda menganggapnya adalah hal yang menjengkelkan, menyebalkan, tidak beretika, tidak sopan, atau tidak memiliki tata krama.

Ini dia, kebiasaan jelek seseorang yang sering kita temukan tapi bagi orang tersebut mungkin di anggap sebagai hal yang biasa.

1. Tidak mengucapkan terima kasih

Nggak bilang

Ucapan terima kasih sudah seharusnya diterima oleh orang lain yang sudah memberikan bantuan. Tapi faktanya saat ini, masih seringkali saya temukan orang yang susah, berat, atau mungkin merasa bisa hidup sendirian, sehingga berat sekali untuk mengucapkan terima kasih.

Sebuah imbalan yang sangat berharga bagi seseorang setelah memberikan bantuan atau pertolongan, menurut saya salah satunya adalah ucapan “Terima kasih”. So, siapapun anda, ketika telah mendapatkan sebuah bantuan, baik itu secara nyata atau tidak nyata, jangan lupa untuk mengucapkan Terima Kasih. Sekali, dua kali, tiga kali wajar, selebihnya jangan heran jika orang lain akan enggan membantu anda.

2. Menggunakan tangan kiri

Memberi atau Menerima pakai tangan kiri

Hhmm, ini sebenarnya sangat umum dan sering kita alami setiap harinya. Sekalipun saya berpandangan bahwa hidup di kota besar itu ‘kanan’ dan ‘kiri’ adalah sama, itu tidak berlaku bagi saya. Alhamdulillah kalau saya tidak khilaf saya selalu menggunakan tangan kanan ketika ingin memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan. Nggak ada niat menonjolkan diri lho ya, tapi anda mungkin pernah mengalami sebuah pengalaman tentang hal ini. Dan sudah seharusnya sebagai manusia mempergunakan tangan kanannya untuk hal yang positif, kalaupun mungkin anda seorang yang kidal atau mungkin tangan kanan anda sedang tidak memungkinkan untuk digunakan, nggak ada salahnya kan ngomong “Maaf pake kiri ya..”, atau minimal “Maaf..”.

3. Tidak mau minta maaf

Nggak mau minta maaf

Kalau kasus ini mungkin agak jarang, tapi cukup bikin ubun-ubun langsung panas. Mungkin anda punya pengalaman tentang ini. Misalnya waktu desak-desakan di Busway, trus ngga sadar kaki anda terinjak oleh seseorang, ternyata orang tersebut malah meleng dan belagak bego kaya nggak ada kejadian. Selain terkesan egois, juga menjengkelkan, kesal, tapi kadang-kadang kita sendiri merasa itu adalah hal yang wajar dan biasa. Mengingat kondisi Busway yang bikin kita kaya ikan teri lagi di jemur alias penuh sampai-sampai harus berdesak-desakan, secara otomatis terkadang kita tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut. Tapi, jika anda tidak sengaja melakukannya, nggak ada salahnya juga kan kalau anda memberikan sebuah ekspresi kecil penyesalan atas kejadian tersebut dengan kata, “Maaf..”.

4. Jorok

Kebiasaan jorok!

Berhadapan dengan orang jorok kadang-kadang serba salah. Nggak tau orangnya emang punya kebiasaan jorok, sengaja, atau dilakukan di luar kesadaran. Tapi ketika berhadapan dengan orang tipe begini bisa bikin kita illfeel juga. Ngupil, ngeludah sembarangan, tahak / sendawa, batuk berdahak dengan keras. Kadang-kadang kalo lagi sial, setiap harinya kita sering bertemu dengan orang yang tipe jorok. Sebelum bersalaman dengan anda, ternyata orang tersebut tidak sadar menyempatkan jari-jarinya untuk mencongkel dalam-dalam lubang hidungnya. Atau, ketika anda lagi menikmati makanan, ternyata ada orang di sekitar anda batuk dan membuang dahaknya dengan volume penuh. Ampun…

Itu dia perlakuan atau kebiasaan jelek seseorang yang sering kita temui sehari-hari. Sekalipun mungkin di anggap sebagai hal yang biasa, tapi itu bisa jadi akan menjauhkan simpatik orang lain yang berada di sekeliling atau mungkin sedang berhadapan dengan anda. Seperti hukum kehidupan yang menyatakan, “Hargailah orang lain jika anda ingin di hargai” 🙂

About Andy Febrian 532 Articles

Menyukai dunia web development, Wordpress lovers, writing dan blogging. Simple & apa adanya. Semoga tulisan di atas bermanfaat :)

1 Comment on 4 Kebiasaan menyebalkan yang sering kita temui

  1. Dari semua poin, saya mau berpendapat di poin 4. Ya, saya sering nemu orang yang suka buang dahak sembarangan, dan buang air kecil sembarangan. Selain jijik dan bikin jalanan jadi kotor, jalan yang pernah saya lewatin pun jadi bau pesing, sampai2 sy hampir bersumpah untuk g pernah lewat sana lagi. Rata2 pelakunya perokok, tukang parkir, dan tukang2 ojek. Bahkan d tempat kuliah sy pun ada yg sm joroknya, sorry, bab ninggalin sisa, entah siapa yg ngelakuin. Pendidikan dn tata krama suka dianggap remeh sama orang lain, pada akhirnya sebetulnya itu diperlukan, setelah saya lihat bnyk kebiasaan buruk yang dilakukan banyak orang. Sangat d sayangkan orang bnyk yg ngaku2 hidup modern lah, metropolitan lah, tp yg tinggal d desa aj bisa jauh lebih sopan. Artikel yang bagus, cocok untuk bahan diskusi, dan sesuai sm keadaan yg nyata yg sering kita keluhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*